Rabu, 22 Oktober 2008

Joomla Tutorial Series: How to Install Joomla 1.5

Seri Tutorial Joomla ini adalah seri pertama dari serangkaian tutorial joomla 1.5 yang saya rencanakan. Penyebabnya, karena saya sedang belajar joomla dan juga sedang mengelola sebuah website dengan joomla.

Joomla yang kita bahas di sini adalah versi stable terbaru, versi 1.5.x. X kecil pada versi tadi mewakili angka release minor, biasanya merupakan patch atau perbaikan fitur. Saat tutorial ini ditulis, angkanya sudah menjadi 2. So, sebaiknya anda menggunakan joomla versi 1.5.2.

Apakah Joomla itu?

Sejauh ini joomla adalah:

Joomla! is a free open source framework and content publishing system designed for quickly creating highly interactive multi-language Web sites, online communities, media portals, blogs and eCommerce applications.

Joomla! provides an easy-to-use graphical user interface that simplifies the management and publishing of large volumes of content including HTML, documents, and rich media. Joomla! is used by organisations of all sizes for Public Web sites, Intranets, and Extranets and is supported by a community of thousands of users.

Jadi, joomla itu adalah cms pintar, yang bisa menjadi apa saja, tergantung anda. Meskipun serba bisa, power joomla akan terlihat saat kita menggunakannya untuk content publishing system for websites.

Sebagai blog jika dibandingkan dari sisi kenyamanan, lebih nyaman menggunakan wordpress daripada joomla sebagai blog engine.

Pra-Instalasi Joomla

Sebelum mulai menggunakan joomla, anda harus menginstall joomla lebih dulu. Sebelum menginstall joomla anda akan membutuhkan:

1. Server Apache. Lebih baik lagi jika server itu mendukung modul rewrite, dan lain-lain yang menunjang kinerja joomla.
2. Database MySQL. MySQL adalah optimized database untuk joomla. Database lain bisa digunakan, tetapi memerlukan setup ekstra.
3. Kopian instalasi joomla. Download dari sini jika anda belum punya.

Jika anda sudah memiliki web dan hosting sendiri (komersil), anda bisa menggunakan tool fantastico untuk menginstal joomla. Hanya saja, anda tidak akan mendapat manfaat banyak dari tutorial instalasi ini.

Selanjutnya, buka halaman akses phpmyadmin (jika anda menggunakan XAMPP, akses melalui alamat http://localhost/phpmyadmin.). Buatlah sebuah database baru. Pada contoh, saya menggunakan nama ltguide.

create new database from phpmyadmin for joomla

database for joomla has created by phpmyadmin

Menginstal Joomla

Saya menginstal joomla di lokal webserver saya. Saya menggunakan XAMPP. Untuk kebutuhan tutorial ini, saya mengekstrak paket installer joomla di directory lomboktravelguide.
Untuk memulai, silahkan buka browser firefox anda dan akses http://localhost/lomboktravelguide.

choose your language for joola installation

Pertama kalinya, anda akan diminta memilih bahasa instalasi yang sesuai preferensi anda.

check your server whether it meet joomla requirement

Langkah kedua adalah melakukan pengecekan terhadap kemampuan server anda. Pada gambar, semua requirements telah terpenuhi, ditandai dengan tulisan berwarna hijau. Jika ada salah satu requirements yang ternyata berwarna merah, silahkan anda perbaiki. Misalkan parameter php register globals-nya on, anda buka php.ini anda dan rubah menjadi off.

Langkah ketiga adalah menyetujui lisensi yang digunakan joomla. Joomla menggunakan lisensi GPL. Artinya, joomla tidak bertanggung jawab terhadapa kerusakan software dan kehilangan data karena joomla didistribusikan sebagai mana adanya (as is). Bukan berarti joomla tidak memiliki quality control lho!

Jika anda tidak setuju dengan lisensinya, tutup browser anda, jangan install joomla.

configuring database using joomla

Langkah keempat adalah melakukan konfigurasi database. Biasanya anda akan diminta memasukkan informasi alamat akses server myqsl, biasanya sih localhost. Kemudian username, password dan database yang diassign dengan username tadi. Assign itu artinya, username tersebut memiliki hak untuk mengelola database tersebut. Biasanya penting dan banyak digunakan di web server komersial.

Satu hal lagi adalah, pada mode advanced, anda bisa memilih prefix tabel yang akan digunakan. Ini bermanfaat untuk anda yang memiliki web server dengan jumlah database yang diperbolehkan terbatas. Anda bisa menggunakan prefix yang berbeda untuk instalasi CMS yang berbeda pada database yang sama, tidak cuma joomla.

configuring ftp layer using joomla

Langkah kelima adalah mengkonfigurasi FTP Layer. FTP layer adalah kemampuan joomla untuk mengatur permission file-file di instalasinya sendiri. Ini penting, misalnya untuk melindungi file konfigurasi atau manajemen file lainnya. Masukkan username dan password yang sesuai. Sebelum melanjutkan, sebaiknya anda mengetes dulu apakah koneksi ftp sudah benar dan oneksi bisa dilakukan apa tidak dengan mengklik “Verify FTP Settings”.

configuring your website use joomla

Langkah keenam adalah mengkonfigurasi website anda. Masukkan nama website anda, password admin yang anda inginkan serta email yang akan digunakan untuk administrasi.

configuring your website use joomla

Jangan lupa, jika anda belum ahli sama sekali dan tidak memiliki gambaran seperti apa website anda nantinya, sebaiknya anda menginstall sampel data default terlebih dahulu.
Silahkan klik tombol “Install Sample Data” sebelum melanjutkan.

Finish!, selamat anda telah memiliki website baru dengan joomla sebagai engine-nya.

fresh joomla installation homepage

Jika anda ingin mengakses administrasi website anda, anda bisa mengaksesnya di http://localhost/instalasi_joomla/administrator.

joomla administrator panel
Sedangkan website anda bisa diakses di http://localhost/instalasi_joomla. Sebelumnya, pastikan anda merubah file configuration.php di root directory instalasi anda menjadi read only. Juga sebaiknya anda menghapus direktori installation, bukan sekedar me-rename-nya.

What is Joomla?

As far as I know:

Joomla! is a free open source framework and content publishing system designed for quickly creating highly interactive multi-language Web sites, online communities, media portals, blogs and eCommerce applications.

Joomla! provides an easy-to-use graphical user interface that simplifies the management and publishing of large volumes of content including HTML, documents, and rich media. Joomla! is used by organisations of all sizes for Public Web sites, Intranets, and Extranets and is supported by a community of thousands of users.

So, joomla is smart cms we use for everything, its up to you what you use joomla for.Although joomla is multi-purpose content publishing system for websites, joomla is not suitable enough to be comfortable blog engine. In this case, I prefer wordpress than joomla.

Joomla Pre-Installation

Before we use joomla, we need to install it first. Before installation we will need:

1. Apache Web Server. Better if we have rewrite module for SEO, and others to improve joomla power.
2. MySQL Database. MySQL is optimized database for joomla. You can use another databases, but we need extra work and setup for it. MySQl is the best.
3. A copy of Joomla installer. Go get it here, if you dont ready have one.

If you have buy a commercial webserver, you can use fantastico tool through your cpanel, instead do manual install as we discuss here. If you do, then this tutorial dont give advantage too much for you.

The next, open your browser, my favorite is Firefox. Open your phpmyadmin page. if you use LAMPP like me, open it here: http://localhost/phpmyadmin/.Crete a new database by type it new name. For example, I use ltguide as new database name.

create new database from phpmyadmin for joomla

database for joomla has created by phpmyadmin

Installing Joomla

I have installing joomla in my local webserver. I extract the joomla installer in lomboktravelguide directory. After extracting, please open your browser and go to http://localhost/lomboktravelguide or wherever you extracting joomla before.

choose your language for joola installation

The first step is to choose installation language to use. Please choose the suit language from the list.

check your server whether it meet joomla requirement

Second step is to check your web server requirements that meet joomla. If you see the green color words written, that mean you pass for the requirements. Otherwise, red color mean the requirements must be corrected before we go to next step. For example, if your register globals on your php requirement is red (on), open your php.ini configuration file and toggle it to off.

Third step is to accept the joomla aggrement and license. If you dont agree, please close your browser and dont install joomla.

configuring database using joomla

Fourth step is configure the database. Joomla will ask for database server address, username and password to use. In local webserver, I think its not difficult. The problems will appear if you enter unassigned or different username for database. So, make sure the database and the username, also password is match and assigned.

configuring ftp layer using joomla

Fifth step is configure ftp layer. This joomla feature important for maintain file and folder. You need it to let joomla configure the right permission for better security issues. If you want to do it manually, dont enable it and let it empty. Before go to next step, may you want to test the FTP connection setting, push the “Verify FTP Settings” button.

configuring your website use joomla

Sixth step is configuring you website. Enter your website name, password and email addres to use and then if you are new to joomla, may you need to installing the sample data. The default sample data contain some informations and mini howto from joomla developer.

configuring your website use joomla

Finish!, congratulation! Now you have a fresh joomla powered website.

fresh joomla installation homepage

If you want to access your administration panel, you can acces it on http://localhost/instalasi_joomla/administrator.

joomla administrator panel
After installation, is a good practice to change the configuration.php file permission in your root directory and to delete the installation folder.

OK, this is the end of first series of Joomla Tutorial Series. The next series, we will discuss about how to create menu, content, and managing modules.


F

Tidak ada komentar: