Tampilkan postingan dengan label tugas-tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas-tugas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2008

Installasi Web Server Ubuntu 7.04

1. Masukkan CD instalasi Ubuntu Server 7.04 (Feisty fawn), setelah loading akan muncul tampilan menu untuk memulai proses instalasi. Pilih Install to Hard Disk seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini kemudian tekan Enter.



2. Setelah memilih menu diatas, maka anda akan dibawa pada halaman selanjutnya yaitu proses pemilihan bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi. Untuk mudahnya pilihlah bahasa default yaitu English seperti gambar dibawah ini lalu tekan Enter.

3. Selanjutnya anda akan muncul layer/menu untuk menetukan lokasi dimana (Negara) anda sekarang berada. Pada pilihan pertama pilihlah Other kemudian tekan Enter. Selanjutnya akan muncul pilihan Negara, gunakan tombol panah bawah pada keyboard anda dan pilihlah Indonesia.

4. Menu selanjutnya adalah proses inisialisasi layout keyboard anda, pada halama ini langsung pilih No untuk menghindari proses inisialisasi tombol-tombol keyboard yang biasanya memakan waku yang cukup lama. Setelah itu akan muncul layer baru yang menginformasikan kepada kita bahwa proses inisialisasi keyboard telah selesai, selanjutnya pilih Continue untuk melanjutkan instalasi.

5. Setelah itu maka proses instalasi akan mulai dijalankan dengan melakukan pemeriksaan terhadap paket-paket yang terdapat didalam CD Ubuntu, Hardware computer anda serta konfigurasi Network anda baik yang manggunakan DHCP maupun secara manual.

6. Proses selanjutnya, anda akan diminta untuk memasukkan Hostnam. Contoh kita ingin membuat sebuah system dengan nama Domain server1.ictbatola.or.id maka masukkan dalam menu isian tersebut server1 kemudian tekan Enter.

7. Proses selanjutnya adalah partisi hardisk, disini akan ditemukan 3 pilihan menu utama yaitu, Guided – use entire disk, Guided – use entire disk and set up LVM serta manual. Bagi pemula disarankan anda untuk memilih opsi yang pertama, namun jika anda inin melakukan proses partisi hard disk anda sendiri tanpa bantuan system silahkan anda pilih opsi yang terakhir. Disini kita akan memilih opsi pertama yaitu Guided – use entire disk.

8. Kemudian tentukan hard disk mana yang anda akan gunakan untuk proses instalasi ini, dengan demikian system installer akan secara otomatis melakukan proses partisi hard disk tersebut. Seteleh proses partisi selesai maka akan muncul pertanyaan write the changes to disks? Pilihlah Yes kemudia tekan Enter.

9. Setelah itu maka proses partisi akan dibuat dan dilakukan format .

10. Proses selanjutnya adalah menentukan konfigurasi waktu, default adalah UTC. Pilihlah Yes kemudia tekan Enter.

11. Selanjutnya anda diminta untuk memasukkan user name untuk masuk kedalam system. Sebagai contoh, jika anda menggunakan Administrator masukkan user tersebut kedalam form isian yang telah tersedia. Jangan memasukkan admin karena admin sudah digunakan secara default oleh Ubuntu Feisty Fawn.

12. Masukkan Password untuk user tersebut.

13. Selanjutnya proses instalasi System dasar akan dimulai.

14. Jika muncul tampilan Software Selection biarkan kosong pada dua opsi yang ditawarkan, karena kita akan melakukan instalasi secara manual. Pilih Continue dan tekan Enter.

15. Setelah itu maka proses instalasi system dasar telah selesai, system akan secara otomatis melakukan reboot.


Memulai Bekerja dengan Shell
a. login kedalam system
untuk melakukan login/ masuk kedalam system kita, maka gunakanlah username dan password yang telah kita tentukan di awal proses instalasi tersebut. Contoh username : Administrator dan password : cobalah. Setelah anda masuk kedalam system tersebut maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
catatan : tanda ~$ (Dollar) menandakan anda login sebagai user biasa.
b. login kedalam system root
untuk dapat melakukan konfigurasi system maka kita terlebih dahulu harus masuk dengan menggunakn account root. Untuk dapat berpindah ke dalam root maka masukkan perintah sudo passwd root – enter. Anda akan diminta untuk memasukkan password baru yang akan digunakan untuk masuk kedalam system root. Setelah password root telah dibuat, maka gunakan perintaih su untuk masuk.
catatan : tanda ~ # (pagar) menandakan anda login sebagai root (Super User)
c. Instalasi SSH-Server
Masukkan perintah apt-get install ssh openssh-server dilanjutkan dengan menekan Enter
d. Konfiguasi IP Address Manual
Masukkan perintah vi /etc/network/interfaces lalu tekan Enter. Setelah selesai melakukan konfigurasi terhadap IP-Address maka jalankan perintah /etc/init.d/networking restart
Dengan demikian pengaturan yang baru anda masukkan akan dapat dijalankan.

e. Konfigurasi Host
Masukkan perintah vi /etc/hosts. Masukkan konfigurasi hosts (nama system) anda. Contoh seperti gambar dibawah ini.
f. Instalasi DNS Server menggunakan BIND9
Untuk melakukan instalasi DNS Server menggunakan Bind9 maka masukkan perintah ini dalam shell root, apt-get install bind9. dengan demikian maka secara otomatis system akan melakukan instalasi bind9 melalui CD Instalasi.
g. Konfigurasi DNS Server
1.a. Konfigurasi named.conf
Langkah pertama untuk membuat sebuah DNS (Domain Name) adalah melakukan konfigurasi pada file named.conf yang terdapat dalam /etc/bind9/named.conf.
Gunakan program editor kesukaan anda, missal vi /etc/bind9/named.conf.
Setelah file tersebut terbuka maka kita tentukan nama domain yang akan kita buat, disini kita asumsikan membuat sebuah domain dengan nama ictbatola.net. Jangan lupa untuk memasukkan ip address system anda pada bagian zone ke dua dengan format terbalik. Contoh dapat dilihat pada ambar dibawah ini.

1.b. Konfigurasi db.127 (Zone)
2.c. Konfigurasi db.local (Database)
3.d. Konfigurasi resolv.conf
Setelah semua file konfigurasi selesai maka lakukan restart pada system bind9 anda dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/bind9 restart. Jika seluruh pengaturan benar maka akan terlihat seperti gambar dibawah ini.
langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap konfigurasi yang sebelumnya telah kita setting dengan memasukkan beberapa perintah dasar, yaitu;

- dig –x ip address
untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa peraturan yang telah kita masukkan dalam bind maka dapat menggunakan perintah diatas, contoh pada gambar dibawah ini.
jika pesan itu muncul setelah anda memasukkan perintah diatas, maka dns server anda sudah berfungsi dengan baik.
- Nslookup
Langkah kedua untuk menguji system dns server kita menggunakan perintah nslookup, perhatikan gambar dibawah ini.
untuk memastikan hasilnya, lakukan perintah ping. Lihat contoh dibawah

h. Instalasi Apache untuk Web Server
Pada shell root ketikkan perintah apt-get install apache2 lalu tekan enter
anda akan diminta untuk memasukkan CD Ubuntu kedalam CD-Room. Masukkan CD tersebut lalu kemudian diikuti dengan menekan tombol enter pada keyboard anda.
i. Instalasi FTP-Server dengan VSFTPD
j. Instalasi Mysql-Server untuk database server

k. Instalasi Proxy-Server squid
Untuk membuat server anda lebih kuencheng dalam membuka setiap halaman web site maka kita menggunakan proxy server yaitu squid. Untuk dapat melakukan instalasi squid maka masukkan perintah dibawah ini apt-get install squid pada shell root. Lihat gambar
Konfigurasi squid.conf pada versi 2.6
http_port 3128 transparent
#Option ini akan menentukan di port berapa squid akan berjalan (biasanya #di port 3128 dan 8080)khusus untuk squid versi 2.6 untuk membuat agar #proxy kita menjadi transparent maka tambahkan kata tersebut dibelakang #port yang akan kita gunakan.
icp_port 0
#Option ini akan menentukan melalui port berapa squid akan mengirimkan #dan menerima request ICP dari proxy cache tetangga.
cache_mem 32 MB
#Option ini menentukan berapa besar memory yang akan digunakan oleh #squid, defaultnya adalah 8 MB yaitu default yang cocok untuk digunakan #pada banyak sistem. Namun jika anda memiliki memory yang #berlebih, #maka disarankan untuk menaikkannya. Ada yang berpendapat bahwa nilai #ini didapat dari sepertiga memory bebas bagi squid.
cache_dir ufs /cache 1600 4 256
#Option pada cache_dir menentukan sistem penyimpanan seperti #apa yang #akan digunakan (ufs), nama direktori tempat penyimpanan cache (/cache), #ukuran disk dalam megabytes yang digunakan oleh direktori tempat #penyimpanan cache (1600 Mbytes), jumlah subdirektori
#pertama yang akan dibuat di bawah /cache (4),
#dan jumlah subdirektori kedua yang akan diciptakan di bawah #subdirektori pertama tadi (256). Nilai2 pada option cache_dir tadi #harus disesuaikan dengan #sistem yang anda miliki, biasanya yang harus #disesuaikan hanyalah tempat penyimpanan cache, ukuran disk,
#dan jumlah subdirektori yang akan dibuat. Mengenai angka2 #tersebut, #dapat kita peroleh dari rumus yang telah disediakan oleh Mas Devshed #untuk optimasi sbb:


#1. Gunakan 80% atau kurang dari setiap kapasitas cache #direktori yang #telah kita siapkan. Jika kita mengeset ukuran cache_dir kita melebihi #nilai ini, maka kita akan dapat melihat penurunan performansi squid.
#2. Untuk menentukan jumlah subdirektori pertama yang akan #dibuat, #dapat menggunakan rumus ini:
#x=Ukuran cache dir dalam KB (misal 6GB=~6,000,000KB) #y=Average object #size (gunakan saja 13KB)
#z= Jumlah subdirektori pertama = (((x / y) / 256) / 256) * #2 = # #direktori Sebagai contoh, misal saya menggunakan 6 GB dari untuk #/cache (setelah disisihkan 80% nya), maka:
#6,000,000 / 13 = 461538.5 / 256 = 1802.9 / 256 = 7 * 2 = 14
#maka baris cache_dir akan menjadi : cache_dir_ufs 6000 14 256
cache_store_log none
#Option ini akan melog setiap aktivitas dari storage #manager. Log ini #akan memperlihatkan objek-objek mana saja #yang dikeluarkan dari cache, #dan objek-objek mana saja yang #disimpan dan untuk brp lama objek #tersebut disimpan. Karena biasanya tidak ada gunanya untuk menganalisis #data ini, maka disarankan untuk didisable. negative_ttl 1 minutes
#Default dari option ini adalah 5 menit, kita menginginkan
#proxy yang kita miliki setransparan mungkin. Jika seorang user mencari #halaman web yang dia yakin itu ada, maka kita pasti tidak ingin adanya #waktu lag antara URL menuju dunia dan kemampuan user untuk ngaksesnya.
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
#Jika squid cache dijalankan oleh root, maka user yang akan #menjalankannya akan diubah sesuai UID/GID user yang disebutkan pada #option di atas. Pada contoh option di atas jika squid dijalankan oleh #root, maka squid cache akan dijalankan dengan UID/GID squid.
maximum_object_size 1024 KB
#Dengan option ini, ukuran file maksimum yang disimpan oleh #squid cache #bisa dibatasi. Dengan kata lain objek yang lebih besar dari bilangan #ini tidak akan disaved ke dalam #disk yang sudah disisihkan buat cache #(misal /cache).
minimum_object_size 4 KB
#Dengan option ini maka objek yang lebih kecil dari bilangan yang #disebutkan tidak akan disaved ke dalam disk yang sudah disisihkan buat #cache. ukuran file minimum yang dicache bertujuan mengefektifkan #filesystem di mana biasanya ext2 diformat dengan 4 KB inode.
Visible_hostname ubuntu.ictbatola.net
#perintah ini dimaksudkan jika ada kesalahan atau halaman web yang #dibuka tidak dapat ditampilakan maka squid akan memunculkan pesan error #pada halaman web browser disertai dengan informasi letak dari proxy #server tersebut berada pada baris terakhir pesan error tersebut.

Joomla Tutorial Series: How to Install Joomla 1.5

Seri Tutorial Joomla ini adalah seri pertama dari serangkaian tutorial joomla 1.5 yang saya rencanakan. Penyebabnya, karena saya sedang belajar joomla dan juga sedang mengelola sebuah website dengan joomla.

Joomla yang kita bahas di sini adalah versi stable terbaru, versi 1.5.x. X kecil pada versi tadi mewakili angka release minor, biasanya merupakan patch atau perbaikan fitur. Saat tutorial ini ditulis, angkanya sudah menjadi 2. So, sebaiknya anda menggunakan joomla versi 1.5.2.

Apakah Joomla itu?

Sejauh ini joomla adalah:

Joomla! is a free open source framework and content publishing system designed for quickly creating highly interactive multi-language Web sites, online communities, media portals, blogs and eCommerce applications.

Joomla! provides an easy-to-use graphical user interface that simplifies the management and publishing of large volumes of content including HTML, documents, and rich media. Joomla! is used by organisations of all sizes for Public Web sites, Intranets, and Extranets and is supported by a community of thousands of users.

Jadi, joomla itu adalah cms pintar, yang bisa menjadi apa saja, tergantung anda. Meskipun serba bisa, power joomla akan terlihat saat kita menggunakannya untuk content publishing system for websites.

Sebagai blog jika dibandingkan dari sisi kenyamanan, lebih nyaman menggunakan wordpress daripada joomla sebagai blog engine.

Pra-Instalasi Joomla

Sebelum mulai menggunakan joomla, anda harus menginstall joomla lebih dulu. Sebelum menginstall joomla anda akan membutuhkan:

1. Server Apache. Lebih baik lagi jika server itu mendukung modul rewrite, dan lain-lain yang menunjang kinerja joomla.
2. Database MySQL. MySQL adalah optimized database untuk joomla. Database lain bisa digunakan, tetapi memerlukan setup ekstra.
3. Kopian instalasi joomla. Download dari sini jika anda belum punya.

Jika anda sudah memiliki web dan hosting sendiri (komersil), anda bisa menggunakan tool fantastico untuk menginstal joomla. Hanya saja, anda tidak akan mendapat manfaat banyak dari tutorial instalasi ini.

Selanjutnya, buka halaman akses phpmyadmin (jika anda menggunakan XAMPP, akses melalui alamat http://localhost/phpmyadmin.). Buatlah sebuah database baru. Pada contoh, saya menggunakan nama ltguide.

create new database from phpmyadmin for joomla

database for joomla has created by phpmyadmin

Menginstal Joomla

Saya menginstal joomla di lokal webserver saya. Saya menggunakan XAMPP. Untuk kebutuhan tutorial ini, saya mengekstrak paket installer joomla di directory lomboktravelguide.
Untuk memulai, silahkan buka browser firefox anda dan akses http://localhost/lomboktravelguide.

choose your language for joola installation

Pertama kalinya, anda akan diminta memilih bahasa instalasi yang sesuai preferensi anda.

check your server whether it meet joomla requirement

Langkah kedua adalah melakukan pengecekan terhadap kemampuan server anda. Pada gambar, semua requirements telah terpenuhi, ditandai dengan tulisan berwarna hijau. Jika ada salah satu requirements yang ternyata berwarna merah, silahkan anda perbaiki. Misalkan parameter php register globals-nya on, anda buka php.ini anda dan rubah menjadi off.

Langkah ketiga adalah menyetujui lisensi yang digunakan joomla. Joomla menggunakan lisensi GPL. Artinya, joomla tidak bertanggung jawab terhadapa kerusakan software dan kehilangan data karena joomla didistribusikan sebagai mana adanya (as is). Bukan berarti joomla tidak memiliki quality control lho!

Jika anda tidak setuju dengan lisensinya, tutup browser anda, jangan install joomla.

configuring database using joomla

Langkah keempat adalah melakukan konfigurasi database. Biasanya anda akan diminta memasukkan informasi alamat akses server myqsl, biasanya sih localhost. Kemudian username, password dan database yang diassign dengan username tadi. Assign itu artinya, username tersebut memiliki hak untuk mengelola database tersebut. Biasanya penting dan banyak digunakan di web server komersial.

Satu hal lagi adalah, pada mode advanced, anda bisa memilih prefix tabel yang akan digunakan. Ini bermanfaat untuk anda yang memiliki web server dengan jumlah database yang diperbolehkan terbatas. Anda bisa menggunakan prefix yang berbeda untuk instalasi CMS yang berbeda pada database yang sama, tidak cuma joomla.

configuring ftp layer using joomla

Langkah kelima adalah mengkonfigurasi FTP Layer. FTP layer adalah kemampuan joomla untuk mengatur permission file-file di instalasinya sendiri. Ini penting, misalnya untuk melindungi file konfigurasi atau manajemen file lainnya. Masukkan username dan password yang sesuai. Sebelum melanjutkan, sebaiknya anda mengetes dulu apakah koneksi ftp sudah benar dan oneksi bisa dilakukan apa tidak dengan mengklik “Verify FTP Settings”.

configuring your website use joomla

Langkah keenam adalah mengkonfigurasi website anda. Masukkan nama website anda, password admin yang anda inginkan serta email yang akan digunakan untuk administrasi.

configuring your website use joomla

Jangan lupa, jika anda belum ahli sama sekali dan tidak memiliki gambaran seperti apa website anda nantinya, sebaiknya anda menginstall sampel data default terlebih dahulu.
Silahkan klik tombol “Install Sample Data” sebelum melanjutkan.

Finish!, selamat anda telah memiliki website baru dengan joomla sebagai engine-nya.

fresh joomla installation homepage

Jika anda ingin mengakses administrasi website anda, anda bisa mengaksesnya di http://localhost/instalasi_joomla/administrator.

joomla administrator panel
Sedangkan website anda bisa diakses di http://localhost/instalasi_joomla. Sebelumnya, pastikan anda merubah file configuration.php di root directory instalasi anda menjadi read only. Juga sebaiknya anda menghapus direktori installation, bukan sekedar me-rename-nya.

What is Joomla?

As far as I know:

Joomla! is a free open source framework and content publishing system designed for quickly creating highly interactive multi-language Web sites, online communities, media portals, blogs and eCommerce applications.

Joomla! provides an easy-to-use graphical user interface that simplifies the management and publishing of large volumes of content including HTML, documents, and rich media. Joomla! is used by organisations of all sizes for Public Web sites, Intranets, and Extranets and is supported by a community of thousands of users.

So, joomla is smart cms we use for everything, its up to you what you use joomla for.Although joomla is multi-purpose content publishing system for websites, joomla is not suitable enough to be comfortable blog engine. In this case, I prefer wordpress than joomla.

Joomla Pre-Installation

Before we use joomla, we need to install it first. Before installation we will need:

1. Apache Web Server. Better if we have rewrite module for SEO, and others to improve joomla power.
2. MySQL Database. MySQL is optimized database for joomla. You can use another databases, but we need extra work and setup for it. MySQl is the best.
3. A copy of Joomla installer. Go get it here, if you dont ready have one.

If you have buy a commercial webserver, you can use fantastico tool through your cpanel, instead do manual install as we discuss here. If you do, then this tutorial dont give advantage too much for you.

The next, open your browser, my favorite is Firefox. Open your phpmyadmin page. if you use LAMPP like me, open it here: http://localhost/phpmyadmin/.Crete a new database by type it new name. For example, I use ltguide as new database name.

create new database from phpmyadmin for joomla

database for joomla has created by phpmyadmin

Installing Joomla

I have installing joomla in my local webserver. I extract the joomla installer in lomboktravelguide directory. After extracting, please open your browser and go to http://localhost/lomboktravelguide or wherever you extracting joomla before.

choose your language for joola installation

The first step is to choose installation language to use. Please choose the suit language from the list.

check your server whether it meet joomla requirement

Second step is to check your web server requirements that meet joomla. If you see the green color words written, that mean you pass for the requirements. Otherwise, red color mean the requirements must be corrected before we go to next step. For example, if your register globals on your php requirement is red (on), open your php.ini configuration file and toggle it to off.

Third step is to accept the joomla aggrement and license. If you dont agree, please close your browser and dont install joomla.

configuring database using joomla

Fourth step is configure the database. Joomla will ask for database server address, username and password to use. In local webserver, I think its not difficult. The problems will appear if you enter unassigned or different username for database. So, make sure the database and the username, also password is match and assigned.

configuring ftp layer using joomla

Fifth step is configure ftp layer. This joomla feature important for maintain file and folder. You need it to let joomla configure the right permission for better security issues. If you want to do it manually, dont enable it and let it empty. Before go to next step, may you want to test the FTP connection setting, push the “Verify FTP Settings” button.

configuring your website use joomla

Sixth step is configuring you website. Enter your website name, password and email addres to use and then if you are new to joomla, may you need to installing the sample data. The default sample data contain some informations and mini howto from joomla developer.

configuring your website use joomla

Finish!, congratulation! Now you have a fresh joomla powered website.

fresh joomla installation homepage

If you want to access your administration panel, you can acces it on http://localhost/instalasi_joomla/administrator.

joomla administrator panel
After installation, is a good practice to change the configuration.php file permission in your root directory and to delete the installation folder.

OK, this is the end of first series of Joomla Tutorial Series. The next series, we will discuss about how to create menu, content, and managing modules.


F

Selasa, 21 Oktober 2008

Menginstall Wordpress Di Ubuntu

Install Wordpress di komputer local, system Ubuntu 8.04, bertujuan untuk latihan ngeblog bagi “neobie” wordpress seperti saya
Install apache, mysql, php
Masuk ke konsole sebagai root

# apt-get install apache2# apt-get install mysql# apt-get install php5# apt-get install php5-mysql# apt-get install unzip
Download paket wordpress
# wget http://wordpress.org/latest.zip
# cp latest.zip /var/www (kopi ke direktory web apache)
# cd /var/www
# unzip latest.zip
akan muncul direktory dari pengextrakan file wordpress tadi
# /var/www# lslatest.zip wordpress
masuk ke direktory wordpress
# cd wordpress
Pembuatan Database Mysql
# /var/www# mysql -u ”root” -pEnter password:Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.Your MySQL connection id is 8Server version: 5.0.51a-3ubuntu5.1 (Ubuntu)
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql>
buat data base
mysql>create database wordpress;
membuat user untuk database wordpress
mysql> grant all on wordpress.* to root@localhost identified by ‘password’;
mysql> exit
kembali ke direktory wordpress
masuk ke folder wordress
# cd /var/www/wordpress
ganti file cp wp-config-sample.php menjadi wp-config.php
# cp cp wp-config-sample.php wp-config.php
edit file wp-config.php
# pico wp-config.php, dan ganti beberapa parameter seperti dibawah ini
simpan filenya, dan sekarang buka jendala internet/firefox dengan address http://localhost/wordpress
ikuti langkah instalasi sampai selesai

Membangun Web Sekolah berbasis AuraCMS

The World Wide Web (commonly shortened to the Web) is a system of interlinked hypertext documents accessed via the Internet. With a Web browser, a user views Web pages that may contain text, images, videos, and other multimedia and navigates between them using hyperlinks. -Wikipedia

Apa itu web sekolah?

Web sekolah adalah sebuah sistem yang merupakan kumpulan berbagai informasi tentang suatu sekolah yang dapat diakses secara global melalui internet.

Apa itu AuraCMS?

Setelah membaca bagian ke-2, di bagian ke-3 ini kita akan berlatih melakukan pengelolaan website sekolah sebenarnya. Harapannya, anda dapat mengelola dan mengembangkan website meskipun bersifat lokal saat ini.

Perencanaan Isi

Content atau isi merupakan inti dari tujuan pembuatan website, dimana tujuannya secara umum adalah tersampaikannya informasi-informasi tentang sekolah (karena kita sedang membahas web sekolah) yang bersangkutan. Kemudian, apa saja informasi yang akan disampaikan? Jawabannya bisa jadi beraneka ragam tergantung website sekolah seperti apa yang sedang kita kerjakan. Namun secara umum bisa kita uraikan sebagai berikut:

1. Informasi sejarah, visi dan misi, dan profil singkat sekolah. Biasanya berupa teks.

2. Berita Sekolah yang meliputi kegiatan KBM, perayaan hari besar, kegiatan sosial, kegiatan kesiswaan, dan sebagainya. Bentuknya berupa teks dengan ilustrasi gambar/foto.

3. Foto-foto kegiatan.

4. Lain-lain: agenda kegiatan untuk dimasukkan ke dalam kalender, jejak pendapat pemilihan ketua osis, file-file modul belajar agar dapat di download oleh pengunjung, dan links penting yang terkait.

Untuk isi website nomor 1 sudah kita lakukan pada bagian ke-2 tutorial ini. Selanjutnya adalah isi website nomor 2 s/d 4.

Berita Sekolah

Berita-berita yang dimuat pada website biasanya berupa teks dan dilengkapi ilustrasi berupa gambar/foto. Untuk mempermudah proses penulisan berita, yang perlu kita lakukan adalah:

§ Upload Gambar/Foto

Gambar/foto yang akan kita gunakan dalam artikel/berita/halaman website harus di-upload terlebih dahulu. Caranya, klik Files Manager dari menu admin.AuraCMS adalah Content Management System[1] hasil karya anak bangsa untuk website yang berbasis PHP4 dan MySQL berlisensi GPL (General Public License). AuraCMS memiliki bentuk yang sederhana dan mudah dioperasikan tanpa memerlukan pengetahuan tentang HTML ataupun PHP.

Mengapa kita memerlukan CMS?

CMS dapat mempermudah pengelolaan web yang semakin kompleks dan dinamis content-nya. Pengelola web hanya cukup melakukan entri berita/artikel yang ingin ditampilkan tanpa perlu membongkar file-file HTML. Hal ini dapat terjadi berkat bantuan sebuah database yang menampung berbagai artikel yang diisikan.

Selain itu, website yang menggunakan CMS dapat juga dilengkapi dengan berbagai fungsionalitas interaktif seperti: shoutbox, kalender, pencarian, dan lain-lain.

Kebutuhan Sistem

AuraCMS hanya dapat dijalankan pada sebuah web server yang mendukung PHP dan database MySQL, sehingga kita memerlukan:

§ Apache Web Server

§ PHP

§ Database MySQL

§ phpMyAdmin

Software-software tersebut tersedia gratis di internet, kita hanya perlu mendownloadnya dan menginstalnya pada komputer yang akan digunakan untuk mendesain. Bisa juga menggunakan software lain yang telah mengemas ke-empat software tersebut dalam satu paket instalasi. Software-software tersebut diantaranya: PHPTriad, Apache2Triad, XAMPP, dan lain-lain. Pada modul ini akan digunaan XAMPP yang dapat didownload dari alamat:

http://www.apachefriends.org/download.php?xampp-win32-1.6.6a-installer.exe

Instalasi XAMPP

Setelah berhasil mendownload XAMPP dari situsnya, kita akan memiliki sebuah program instalasi seperti berikut:



installer xampp

Manajemen Web AuraCMS

Sebelum melangkah lebih jauh pada desain, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu manajemen web menggunakan AuraCMS. Tujuannya, agar kita tahu letak dari masing-masing bagian web sekolah yang kita buat menggunakan AuraCMS.

Login form

Login pada tempat yang tersedia dengan memasukkan:



Username : admin

Password : auracms



Username dan password tersebut adalah default dari AuraCMS saat pertama kali digunakan. Kita bisa melakukan perubahan terhadap password tersebut jika dikehendaki. Hal ini umumnya dilakukan jika web tersebut telah di-upload pada server hosting sebenarnya.



Sementara kita tidak perlu melakukan perubahan pada username maupun password default tersebut.



Setelah berhasil login, kita akan dihadapkan pada halaman login dengan menu administrasi di samping kiri halaman, seperti gambar berikut:

Admin Menu

Beranda Admin, adalah halaman pertama yang dijumpai saat kita sukses melakukan login.

Edit Admin, digunakan untuk melakukan perubahan pada e-mail, dan password dari admin yang bersangkutan.

Menu Manager, fasilitas untuk pengelolaan menu umum web. Admin dapat menambah, mengurangi, atau mengedit menu yang ada.

Pages Manager, fasilitas pengelolaan halaman web. Halaman web di sini merupakan halaman statis, berisi informasi yang bersifat tetap pada jangka waktu yang relatif lama.

Polling Manager, fasilitas pembuatan polling atau jejak pendapat.

News Manager, segala informasi berupa berita dikelola di sini. Admin dapat menuliskan artikel yang akan ditampilkan pada halaman depan web dengan urutan yang terbaru tampil teratas.

Buku Tamu Manager, digunakan untuk mengelola berbagai informasi pengunjung dan komentarnya.

Blok Manager, pengaturan lokasi tampilan dari fungsi tertentu.

Modul Manager, pengaturan modul-modul tambahan untuk memperkaya fungsional web.

Files Manager, digunakan untuk melakukan upload file. Dicantumkan juga bagaimana membuat link menuju file yang telah di-upload.

Download Manager, pengelolaan link download baik menuju file-file internal maupun link eksternal menuju situs lain.

Links Manager, pengelolaan link-link menarik.

Logout, link untuk mengakhiri sesi admin.

Shoutbox Manager, pengelolaan dari modul pesan singkat.

Calendar Manager, tempat mencantumkan events yang akan dilaksanakan/terjadi.

Gallery Manager, fasilitas album foto online.

User Manager, pengelolaan ke-anggota-an web.





Edit Admin

Kita mulai pertama kali dengan menu "Edit Admin". Pada tahap ini kita akan menyesuaikan alamat e-mail dan password. Klik menu "Edit Admin" sehingga muncul halaman seperti berikut:

Edit Admin


Ubah alamat e-mail dengan alamat kita dan ganti password lama (Old Password) dengan password yang baru (yang mudah saja, misalnya: admin), jangan lupa untuk menuliskan password baru dua kali seperti yang diminta. Akhiri dengan klik [Update].





Menu Manager

Pada bagian ini, kita akan mengurangi sejumlah"menu item" yang tidak perlu untuk web sekolah. Klik pada "Menu Manager" dan perhatikan halaman yang ditampilkan.

Menu Manager

Menu Item yang tidak diperlukan dan bisa dinon-aktifkan atau dihapus antara lain:

* Site Credit
* Donasi
* Hosting IIX Support AuraCMS
* Statistik Website
* Whois Online
* Alquran Online
* Free Templates
* Premium Templates
* Jadwal Televisi
* Horoskop
* Song Lyrics
* Weather
* Glossary
* FAQ



Untuk menon-aktifkan, kita cukup mengklik cek pada kolom "Published" yang sebaris dengan "menu item" tersebut. Dan sebaliknya untuk mengaktifkan menu item, klik tanda cross yang sebaris. Atau jika kita menghendaki untuk menghapus menu item tersebut, cukup klik del. Atau jika kita ingin melakukan perubahan pada menu item tersebut, klik edit.



Sedangkan menu item yang lain akan diedit untuk disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya menu "Tentang AuraCMS" dapat di-edit menjadi "Tentang SMKN 1". Klik [Update] untuk menyimpan perubahan tersebut. Kita ubah juga menu "Sejarah AuraCMS" menjadi "Sejarah SMKN 1".



Edit Menu

Pages Manager

Pages Manager dimanfaatkan untuk pengelolaan halaman-halaman yang terdapat di website dan bersifat statis. Saat ini kita hanya perlu melakukan peng-editan sederhana dari halaman-halaman yang ada.



Misalnya kita akan mengedit halaman "Selamat Datang di Website AuraCMS", klik pada link [Edit] sehingga muncul seperti di bawah ini. Lakukan perubahan judul halaman web dan isinya. Pada AuraCMS versi 2 ini telah dilengkapi dengan fungsi-fungsi pengolah kata sehingga mempermudah penulisan halaman maupun artikel, tidak diperlukan pengetahuan HTML. Klik [Edit] setelah melakukan perubahan.



Edit Halaman

Edit juga halaman "Sejarah AuraCMS" menjadi "Sejarah SMKN 1", demikian pula dengan halaman "Tentang AuraCMS" menjadi "Tentang SMKN 1".





Polling Manager

Kita juga dapat membuat jajak pendapat sederhana tentang suatu hal, misalnya tentang desain web yang kita buat. Klik link "Tambah Jajak Pendapat" yang kemudian akan menampilkan form pembuatan polling.



Polling

Isikan pertanyaan polling beserta jawaban yang diinginkan dan klik [MASUKKAN POLLING BARU] untuk menyimpannya.



Kembali ke halaman "Polling Manager", klik tanda cross pada polling yang baru kita buat untuk mem-publikasikan polling baru tersebut.



Publikasi Polling

News Manager

Inti dari CMS sebernarnya adalah bagian ini. Karena pada bagian inilah admin atau pengelola web lainnya memasukkan berbagai informasi terkini seputar sekolah maupun lingkungan disekitarnya.

News Manager

Klik "Add News" untuk memasukkan berita baru, tunggulah hingga form input berita seperti gambar di bawah ini ditampilkan.

Add News


Isikan ‘Title' atau Judul berita, pilih ‘Topik', dan isikan ‘Isi Berita'-nya. AuraCMS 2 ini sudah dilengkapi dengan pengolah teks dengan tampilan grafis sehingga kita tidak perlu lagi menghapal kode-kode HTML. Setelah semuanya lengkap, klik [Save] untuk menyimpannya.



Selain memasukkan berita baru, kita dapat pula menambah, merubah, dan menghapus berita yang telah ada saat instalasi AuraCMS. Untuk meng-edit berita yang ada, klik link [Edit] yang sebaris dengan berita tersebut. Sedangkan untuk men-delete, beri tanda centang pada checkbox di depan berita yang bersangkutan dan kemudian klik [Delete].



Topik berita pada AuraCMS juga dapat ditambah, di-edit, dan dihapus untuk disesuaikan dengan kebutuhan website sekolah yang kita bangun. Seperti tampak pada gambar di bawah ini.

News Menu




Klik link ‘Add Topic' untuk menambah topik baru, ‘List Topic' untuk menampilkan daftar topik yang ada, mengedit, atau menghapusnya. ‘Comment' untuk menampilkan komentar-komentar pengunjung. Dan, ‘Artikel Masuk' untuk menampilkan artikel-artikel kiriman pengunjung.





Buku Tamu Manager

Link ini untuk menampilkan data pengunjung yang mengisi buku tamu dan komentarnya. Komentar-komentar dari pengunjung dapat pula dikomentari oleh admin. Selain itu, komentar pengunjung yang tidak sesuai bisa dihapus dari buku tamu.

buku tamu

[gb2-12]





Blok Manager

Menu ini digunakan untuk mengatur blok-blok yang berisi teks, gambar, atau link. Kita dapat menambah, mengedit, atau menghapus blok.

blok manager

Pada gambar di atas bisa kita lihat bahwa setiap blok memiliki ‘Status' aktif atau tidak, ‘Order' atau urutan tampilan (jika tampil pada posisi yang sama), serta ‘Posisi' tampilannya dalam layout (jika tertulis ‘Pindah kiri' berarti posisi blok tersebut ada di layout sebelah kanan).



Kita juga bisa menambahkan blok dengan mengklik ‘Buat Blok Baru'. Isikan ‘Judul Blok' dan ‘Isi Blok', kemudian pilih ‘Posisi Blok' tempat tampilnya. Klik [Submit].

buat blok

Modul Manager

Sedikit berbeda dengan ‘Blok', modul berbentuk program dengan fungsi tertentu guna melengkapi kebutuhan website.

modul

Pada default instalasi AuraCMS, telah disertakan beberapa modul seperti tampak pada gambar di atas. Kita bisa mengatur tampil/tidaknya sebuah modul, merubah posisi (urutan dan tempat) tampilnya modul, juga melakukan edit dan delete pada modul.





Files Manager

Fasilitas selanjutnya adalah untuk keperluan upload file ke dalam website. Seperti tampak pada gambar di bawah ini, ‘File Manager' hanyalah berfungsi untuk melakukan upload dan delete file pada website kita. Jika kita hendak menghubungkan file yang di-upload dengan artikel yang kita tulis, maka petunjuk yang diberikan bisa dijadikan pedoman. Syaratnya, kita harus sudah memahami penulisan kode HTML seperti yang dicontohkan.

file man

Download Manager

Fungsi menu ini adalah untuk menciptakan link menuju suatu file yang dapat di-download oleh pengunjung melalui web kita. Kita dapat melakukan ‘Add Download', ‘Add Category', menghapus atau mengedit kategori yang ada. Setiap link download, harus masuk pada salah satu kategori yang ada.

download
Links Manager

Seperti namanya, menu ini digunakan untuk mengatur link dari website kita menuju website lain yang menjadi partner atau rujukan. Links tersebut dikelompokkan dalam kategori-kategori yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu, pengunjung juga dapat memberikan informasi link yang bermanfaat dan akan ditampung pada ‘Incoming Links'.

links

Shoutbox Manager

Bagian menu yang satu ini digunakan untuk mengelola pesan singkat yang dikirimkan oleh pengunjung. Sehingga pesan singkat dari pengunjung bisa di-filter jika terdapat pesan-pesan yang sifatnya tidak sopan, provokatif, teror, atau menyinggung masalah SARA.

shoutbox


Calendar Manager

Memiliki fungsi untuk menampilkan informasi agenda kegiatan pada kalender. Jika kita mengisikan agenda kegiatan pada tanggal tertentu, maka pada tanggal tersebut akan ditandai sehingga dapat diketahui oleh pengunjung.

kalender
Gallery Manager

Galeri foto ini digunakan untuk menampilkan foto-foto layaknya album foto. Foto-foto akan ditampilkan sesuai kelompok/kategorinya masing-masing.

gallery

User Manager

Tentu saja fasilitas yang satu ini digunakan untuk mengatur keanggotaan website kita. Kita sebagai admin dapat menambahkan user baru atau mengedit/menghapus user yang ada. Selain ditambahkan oleh admin, user dapat pula mendaftar melalui form di halaman depan.

user manager



1. Dobel-klik pada file tersebut untuk menjalankan proses instalasi. Pilih bahasa yang mudah kita pahami (hanya ada 3 bahasa pada kenyataanya: English, Deutsch, Japanese), misalnya bahasa Inggris. Klik [OK].

2. Kemudian [Next] pada halaman "Welcome to the XAMPP 1.6.x Setup Wizard".

3. Klik [Next] pada halaman selanjutnya hingga proses instalasi dilakukan



proses instal xampp



4. Klik [Finish] saat instalasi telah selesai, pilih [Yes] untuk menuju XAMPP Control Panel.

instal selesai

Konfigurasi XAMPP

Setelah XAMPP berhasil diinstal, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar komputer yang kita gunakan sesuai dengan kebutuhan AuraCMS.

Pertama, buka file c:\xampp\apache\bin\php.ini menggunakan Notepad, carilah baris yang berisi keterangan register_globals = OFF ubahlah menjadi register_globals = ON. Simpan file tersebut.

Kedua, kita berpindah ke tampilan XAMPP Control Panel yang tampak seperti gambar di bawah ini. Tampak pada gambar bahwa Apache dan MySQL dalam keadaan tidak aktif. Untuk mengaktifkan Apache dan MySQL, klik [Start] yang berada di sampingnya.

xampp control panel


Pada saat [Start] di-klik, ada kalanya muncul "Windows Security Alert" seperti di bawah ini. Kita boleh memilih [Unblock] ataupun [Ask Me Later]. Namun kita tidak dapat menggunakan aplikasi yang namanya tercantum pada tampilan jika memilih [Keep Blocking].

windows security alert

Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa Apache dan MySQL telah aktif dengan ditandai tulisan [Running].

xampp running


Struktur Direktori XAMPP

Instalasi XAMPP pada komputer akan membentuk serangkaian direktori pada c:\xampp. Direktori yang penting dan perlu kita perhatikan adalah c:\xampp\htdocs dimana semua file-file AuraCMS akan kita simpan di sini. Kenapa "htdocs"? Karena hanya file-file yang disimpan pada direktori inilah yang akan ditampilkan pada web browser.

Buatlah sebuah direktori baru bernama smkn1 di dalam direktori htdocs.

struktur xampp


Untuk menguji apakah XAMPP dapat berkerja dengan baik, bisa dilakukan melalui web browser. Jalankan web browser yang terdapat pada komputer kita, dan ketikkan localhost pada address bar-nya. Mungkin kita akan menjumpai tampilan sebagai berikut:

xampp frontpage

Instalasi AuraCMS

Setelah server nyata bekerja dengan baik, selanjutnya adalah mendownload AuraCMS dari alamat: http://www.auracms.org/. Untuk dapat mendownload, kita harus mendaftar terlebih dahulu pada form yang telah disediakan (hal ini tidak dimuat pada tulisan ini).

Setelah berhasil mendownload, ekstrak-lah seluruh isinya ke dalam direktori c:\xampp\htdocs\smkn1. Kita bisa menggunakan aplikasi seperti: 7-zip, WinZip, WinRAR, atau yang lain untuk melakukannya.

Membuat Database

Pilih phpMyAdmin pada "Tools" yang disediakan oleh XAMPP. Agar dapat berjalan dengan baik dan mampu menampung berbagai content web, kita perlu membuat satu buah database dengan menggunakan bantuan phpMyAdmin.

Tuliskan nama database yang akan digunakan untuk menampung data-data AuraCMS, misalnya: smkn1, klik [Create] untuk menciptakan database baru.

membuat database di phpMyAdmin

Berikutnya, klik tab [Import] kemudian [Browse] file dengan nama auracms.sql yang terdapat dalam folder c:\xampp\htdocs\smkn1 yang merupakan hasil ekstrak sebelumnya. Klik [Go].

import database
Langkah ini digunakan untuk melakukan import skema database yang digunakan AuraCMS.

Berikutnya adalah melakukan pengeditan sederhana pada file:

c:\xampp\htdocs\smkn1\includes\config.php. Ubah beberapa parameter ini sesuai dengan lingkungan kerja kita.

$mysql_user = 'root'; //username database mysql, umumnya ‘root'

$mysql_password = ''; //password database mysql (jika ada)

$mysql_database = 'smkn1'; //nama database mysql yang telah dibuat sebelumnya

$mysql_host = 'localhost'; //nama server database mysql, umumnya ‘localhost'

Simpan perubahan yang sudah dilakukan.

Uji Coba

Setelah semua langkah di atas selesai dilakukan, selanjutnya melakukan uji coba. Masih dengan browser kesayangan, tuliskan alamat: localhost/smkn1 pada address bar-nya dan jangan lupa untuk menekan tombol [Enter]. Jika semua proses telah dilakukan dengan benar, kita akan mendapati tampilan halaman depan (frontpage) seperti berikut:

AuraCMS frontpage

[gambar 11]

Keterangan singkat:

A. Login form untuk admin dan user website. Admin miliki kekuasaan tertinggi dalam pengelolaan website, sedangkan user biasa memiliki beberapa fasilitas terbatas.

B. Contoh blok yang digunakan untuk promosi berupa teks dan link.

C. Kalender untuk menampilkan tanggal dalam 1 (satu) bulan beserta agenda kegiatan di dalamnya (jika ada).

D. Pesan Singkat atau biasa disebut shoutbox yang merupakan media interaktif untuk pengunjung.

E. Modul jajak pendapat (Polling) yang dapat digunakan untuk mengukur pendapat pengunjung tentang sesuatu.


Ubuntu Rasa Mac OS X Leopard

Kita semua tau Mac OS adalah System Operasi yang sangat menawan dalam hal Grafis dan kecantikan Desktopnya. Nah tutorial kali ini yang akan saya bahas adalah menjadikan Ubuntu Linux semirip mungkin dengan Mac OS X Leopard Sulitkah qu4ck? tentu saja tidak sulit untuk mencobanya.... disini akan saya jabarkan Spesifikasi Laptop saya karena Lumayan Lambatnya Saat Boot Ubuntunya.
Spek :
- Acer Aspire 4520 AMD Turion 2.0 GHz
- DDRAM 1 Gb
- VGA Nvidia GeForce 7000M
- HD 120 Gb
- dll

Jadi kalau Komputer sampean berada dibawah Spek diatas kemungkinan Lambatnya Komputer Sampean. Terutama yang diperhatikan Adalah RAM nya....

Ok langsung ke topik permasalahannya.... berikut Step - step yang saya lakukan :
1. Install Cursor, GTK dan Icon Mac OS
Download Themanya disini
Lalu Install thema tersebut malalui Menu System -> Preferences -> Appearance
Theme Mac4Lin
Klik Install dan cari tempat file yg baru saja di Download tadi, Setelah selesai menginstall Themes, icon dan Cursor lanjutkan dengan mengklik Tombol Customize
Pilih Seperti Gambar di bawah ini
Setting customize
Pada window yang sama pilih Tab Control Pilih Mac4Lin_GTK_Aqua_v03, Pada Tab Window Border Pilih Mac4Lin_GTK_Aqua_v03, Pada Tab Icons Pilih LeopardX, Pada Tab Pointer Pilih Shere Khan X

2. Install Compiz Graphic Effects dan Mac4Lin Theme
Catatan : VGA Sampean harus sudah dapat dikenali ma Ubuntu disini VGA saya Nvidia dan sudah dikenali sama Ubuntu.

jika sudah terinstall Compiz setting manager Sampean bisa mengaktifkan melalui Menu System -> Preferences -> Appearence
Pilih Tab Visual Effect dan klik Radio button Custom
Visual effect

Bila masih belum terinstall bisa mengikuti petunjuk berikut ini :
1. $ sudo apt-get install compizconfig-settings-manager
2. $ sudo apt-get install emerald
sedudah emerald terinstall download Thema untuk Emerald disini
Aktifkan Emerald melalui menu System -> Preference -> Emerald Theme Manager lalu klik tombol Import dan cari tempat Emerald themes yg barusan didownload.

3. Install Dock Avant Window Navigator
masukkan ke Repository list :
$ sudo /etc/apt/sources.list
masukkan link berikut
deb http://ppa.launchpad.net/awn-testing/ubuntu hardy main

dan

deb-src http://ppa.launchpad.net/awn-testing/ubuntu hardy main

Setelah memasukan Code diatas lakukan
$ sudo apt-get update
Aktifkan Avant Window navigator melalui menu Applications -> Accessories -> Avant Window Navigator

4. Install Screenlets
$ sudo apt-get install screenlets
Setelah terinstall aktifkan melalui menu Applications -> Accessories -> Screenlets (ubuntu 7.10)
System -> Prefecences -> Screenlets (ubuntu 8.04)

5. Install Login Screen/GDM Theme
Sebelumnya Sampean Download dulu Filenya disini
Setelah Download file diatas klik Menu System -> Administration -> Login Window
Login Window
Klik Add cari tempat dimana Sampean downlaod file tersebut.

The Perfect Server - Ubuntu Hardy Heron (Ubuntu 8.04 LTS Server)

1 Requirements

To install such a system you will need the following:

* the Ubuntu 8.04 LTS server CD, available here: ftp://releases.ubuntu.com/releases/hardy/ubuntu-8.04-server-i386.iso
* a fast internet connection.


2 Preliminary Note

In this tutorial I use the hostname server1.example.com with the IP address 192.168.0.100 and the gateway 192.168.0.1. These settings might differ for you, so you have to replace them where appropriate.


3 The Base System

Insert your Ubuntu install CD into your system and boot from it. Select your language:


Then select Install Ubuntu Server:


Choose your language again (?):



Then select your location:



Choose a keyboard layout (you will be asked to press a few keys, and the installer will try to detect your keyboard layout based on the keys you pressed):



The installer checks the installation CD, your hardware, and configures the network with DHCP if there is a DHCP server in the network:


Click to enlarge




Now you have to partition your hard disk. For simplicity's sake I will create one big partition (with the mount point /) and a little swap partition so I select Guided - use entire disk (of course, the partitioning is totally up to you - if you like, you can create more than just one big partition, and you can also use LVM):



Select the disk that you want to partition:



When you're finished, hit Yes when you're asked Write the changes to disks?:



Afterwards, your new partitions are being created and formatted.

Now the base system is being installed:



Create a user, for example the user Administrator with the user name administrator (don't use the user name admin as it is a reserved name on Ubuntu 8.04):

Click to enlarge



Next the package manager apt gets configured. Leave the HTTP proxy line empty unless you're using a proxy server to connect to the Internet:





We need a DNS, mail, and LAMP server, but nevertheless I don't select any of them now because I like to have full control over what gets installed on my system. We will install the needed packages manually later on. The only item I select here is OpenSSH server so that I can immediately connect to the system with an SSH client such as PuTTY after the installation has finished:



The installation continues:



The GRUB boot loader gets installed:



The base system installation is now finished. Remove the installation CD from the CD drive and hit Continue to reboot the system:
5 Install The SSH Server (Optional)

If you did not install the OpenSSH server during the system installation, you can do it now:

apt-get install ssh openssh-server

From now on you can use an SSH client such as PuTTY and connect from your workstation to your Ubuntu 8.04 LTS server and follow the remaining steps from this tutorial.


6 Install vim-full (Optional)

I'll use vi as my text editor in this tutorial. The default vi program has some strange behaviour on Ubuntu and Debian; to fix this, we install vim-full:

apt-get install vim-full

(You don't have to do this if you use a different text editor such as joe or nano.)


7 Configure The Network

Because the Ubuntu installer has configured our system to get its network settings via DHCP, we have to change that now because a server should have a static IP address. Edit /etc/network/interfaces and adjust it to your needs (in this example setup I will use the IP address 192.168.0.100):

vi /etc/network/interfaces

# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.100
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255
gateway 192.168.0.1

Then restart your network:

/etc/init.d/networking restart

Then edit /etc/hosts. Make it look like this:

vi /etc/hosts

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
192.168.0.100 server1.example.com server1
# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

Now run

echo server1.example.com > /etc/hostname
/etc/init.d/hostname.sh start

Afterwards, run

hostname
hostname -f

Both should show server1.example.com now.


8 Edit /etc/apt/sources.list And Update Your Linux Installation

Edit /etc/apt/sources.list. Comment out or remove the installation CD from the file and make sure that the universe and multiverse repositories are enabled. It should look like this:

vi /etc/apt/sources.list

#
# deb cdrom:[Ubuntu-Server 8.04 _Hardy Heron_ - Release i386 (20080423.2)]/ hardy main restricted
#deb cdrom:[Ubuntu-Server 8.04 _Hardy Heron_ - Release i386 (20080423.2)]/ hardy main restricted
# See http://help.ubuntu.com/community/UpgradeNotes for how to upgrade to
# newer versions of the distribution.
deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy main restricted
deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy main restricted
## Major bug fix updates produced after the final release of the
## distribution.
deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates main restricted
deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates main restricted
## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu
## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to
## your rights to use the software. Also, please note that software in
## universe WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu security
## team.
deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy universe
deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy universe
deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates universe
deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates universe
## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu
## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to
## your rights to use the software. Also, please note that software in
## multiverse WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu
## security team.
deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy multiverse
deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy multiverse
deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates multiverse
deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates multiverse
## Uncomment the following two lines to add software from the 'backports'
## repository.
## N.B. software from this repository may not have been tested as
## extensively as that contained in the main release, although it includes
## newer versions of some applications which may provide useful features.
## Also, please note that software in backports WILL NOT receive any review
## or updates from the Ubuntu security team.
# deb http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-backports main restricted universe multiverse
# deb-src http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-backports main restricted universe multiverse
## Uncomment the following two lines to add software from Canonical's
## 'partner' repository. This software is not part of Ubuntu, but is
## offered by Canonical and the respective vendors as a service to Ubuntu
## users.
# deb http://archive.canonical.com/ubuntu hardy partner
# deb-src http://archive.canonical.com/ubuntu hardy partner
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu hardy-security main restricted
deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu hardy-security main restricted
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu hardy-security universe
deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu hardy-security universe
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu hardy-security multiverse
deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu hardy-security multiverse

Then run

apt-get update

to update the apt package database and

apt-get upgrade

to install the latest updates (if there are any).


9 Change The Default Shell

/bin/sh is a symlink to /bin/dash, however we need /bin/bash, not /bin/dash. Therefore we do this:

ln -sf /bin/bash /bin/sh

If you don't do this, the ISPConfig installation will fail.


10 Disable AppArmor

AppArmor is a security extension (similar to SELinux) that should provide extended security. In my opinion you don't need it to configure a secure system, and it usually causes more problems than advantages (think of it after you have done a week of trouble-shooting because some service wasn't working as expected, and then you find out that everything was ok, only AppArmor was causing the problem). Therefore I disable it (this is a must if you want to install ISPConfig later on).

We can disable it like this:

/etc/init.d/apparmor stop
update-rc.d -f apparmor remove

Till told me that he also had to do this step (which was not necessary on my installation), so if you want to go sure, do this on your system as well:

apt-get remove apparmor apparmor-utils

11 Install Some Software

Now we install a few packages that are needed later on. Run

apt-get install binutils cpp fetchmail flex gcc libarchive-zip-perl libc6-dev libcompress-zlib-perl libdb4.3-dev libpcre3 libpopt-dev lynx m4 make ncftp nmap openssl perl perl-modules unzip zip zlib1g-dev autoconf automake1.9 libtool bison autotools-dev g++ build-essential

(This command must go into one line!)


12 Quota

(If you have chosen a different partitioning scheme than I did, you must adjust this chapter so that quota applies to the partitions where you need it.)

To install quota, run

apt-get install quota

Edit /etc/fstab. Mine looks like this (I added ,usrquota,grpquota to the partition with the mount point /):

vi /etc/fstab

# /etc/fstab: static file system information.
#
#
proc /proc proc defaults 0 0
# /dev/sda1
UUID=6af53069-0d51-49be-b275-aeaea8d780c5 / ext3 relatime,errors=remount-ro,usrquota,grpquota 0 1
# /dev/sda5
UUID=d8e1f66c-1442-423e-b442-8ae66eded9d7 none swap sw 0 0
/dev/scd0 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec,utf8 0 0
/dev/fd0 /media/floppy0 auto rw,user,noauto,exec,utf8 0 0

To enable quota, run these commands:

touch /quota.user /quota.group
chmod 600 /quota.*
mount -o remount /

quotacheck -avugm
quotaon -avug


13 DNS Server

Run

apt-get install bind9

For security reasons we want to run BIND chrooted so we have to do the following steps:

/etc/init.d/bind9 stop

Edit the file /etc/default/bind9 so that the daemon will run as the unprivileged user bind, chrooted to /var/lib/named. Modify the line: OPTIONS="-u bind" so that it reads OPTIONS="-u bind -t /var/lib/named":

vi /etc/default/bind9

OPTIONS="-u bind -t /var/lib/named"
# Set RESOLVCONF=no to not run resolvconf
RESOLVCONF=yes

Create the necessary directories under /var/lib:

mkdir -p /var/lib/named/etc
mkdir /var/lib/named/dev
mkdir -p /var/lib/named/var/cache/bind
mkdir -p /var/lib/named/var/run/bind/run

Then move the config directory from /etc to /var/lib/named/etc:

mv /etc/bind /var/lib/named/etc

Create a symlink to the new config directory from the old location (to avoid problems when bind gets updated in the future):

ln -s /var/lib/named/etc/bind /etc/bind

Make null and random devices, and fix permissions of the directories:

mknod /var/lib/named/dev/null c 1 3
mknod /var/lib/named/dev/random c 1 8
chmod 666 /var/lib/named/dev/null /var/lib/named/dev/random
chown -R bind:bind /var/lib/named/var/*
chown -R bind:bind /var/lib/named/etc/bind

We need to modify /etc/default/syslogd so that we can still get important messages logged to the system logs. Modify the line: SYSLOGD="" so that it reads: SYSLOGD="-a /var/lib/named/dev/log":

vi /etc/default/syslogd

#
# Top configuration file for syslogd
#

#
# Full documentation of possible arguments are found in the manpage
# syslogd(8).
#

#
# For remote UDP logging use SYSLOGD="-r"
#
SYSLOGD="-a /var/lib/named/dev/log"

Restart the logging daemon:

/etc/init.d/sysklogd restart

Start up BIND, and check /var/log/syslog for errors:

/etc/init.d/bind9 start


14 MySQL

In order to install MySQL, we run

apt-get install mysql-server mysql-client libmysqlclient15-dev

You will be asked to provide a password for the MySQL root user - this password is valid for the user root@localhost as well as root@server1.example.com, so we don't have to specify a MySQL root password manually later on (as was the case with previous Ubuntu versions):

New password for the MySQL "root" user: <-- yourrootsqlpassword Repeat password for the MySQL "root" user: <-- yourrootsqlpassword We want MySQL to listen on all interfaces, not just localhost, therefore we edit /etc/mysql/my.cnf and comment out the line bind-address = 127.0.0.1: vi /etc/mysql/my.cnf [...] # Instead of skip-networking the default is now to listen only on # localhost which is more compatible and is not less secure. #bind-address = 127.0.0.1 [...] Then we restart MySQL: /etc/init.d/mysql restart Now check that networking is enabled. Run netstat -tap | grep mysql The output should look like this: root@server1:~# netstat -tap | grep mysql tcp 0 0 *:mysql *:* LISTEN 5869/mysqld root@server1:~# 15 Postfix With SMTP-AUTH And TLS In order to install Postfix with SMTP-AUTH and TLS do the following steps: apt-get install postfix libsasl2-2 sasl2-bin libsasl2-modules procmail You will be asked two questions. Answer as follows: General type of mail configuration: <-- Internet Site System mail name: <-- server1.example.com Then run dpkg-reconfigure postfix Again, you'll be asked some questions: General type of mail configuration: <-- Internet Site System mail name: <-- server1.example.com Root and postmaster mail recipient: <-- [blank] Other destinations to accept mail for (blank for none): <-- server1.example.com, localhost.example.com, localhost.localdomain, localhost Force synchronous updates on mail queue? <-- No Local networks: <-- 127.0.0.0/8 Use procmail for local delivery? <-- Yes Mailbox size limit (bytes): <-- 0 Local address extension character: <-- + Internet protocols to use: <-- all Next, do this: postconf -e 'smtpd_sasl_local_domain =' postconf -e 'smtpd_sasl_auth_enable = yes' postconf -e 'smtpd_sasl_security_options = noanonymous' postconf -e 'broken_sasl_auth_clients = yes' postconf -e 'smtpd_sasl_authenticated_header = yes' postconf -e 'smtpd_recipient_restrictions = permit_sasl_authenticated,permit_mynetworks,reject_unauth_destination' postconf -e 'inet_interfaces = all' echo 'pwcheck_method: saslauthd' >> /etc/postfix/sasl/smtpd.conf
echo 'mech_list: plain login' >> /etc/postfix/sasl/smtpd.conf

Afterwards we create the certificates for TLS:

mkdir /etc/postfix/ssl
cd /etc/postfix/ssl/
openssl genrsa -des3 -rand /etc/hosts -out smtpd.key 1024

chmod 600 smtpd.key
openssl req -new -key smtpd.key -out smtpd.csr

openssl x509 -req -days 3650 -in smtpd.csr -signkey smtpd.key -out smtpd.crt

openssl rsa -in smtpd.key -out smtpd.key.unencrypted

mv -f smtpd.key.unencrypted smtpd.key
openssl req -new -x509 -extensions v3_ca -keyout cakey.pem -out cacert.pem -days 3650

Next we configure Postfix for TLS (make sure that you use the correct hostname for myhostname):

postconf -e 'myhostname = server1.example.com'

postconf -e 'smtpd_tls_auth_only = no'
postconf -e 'smtp_use_tls = yes'
postconf -e 'smtpd_use_tls = yes'
postconf -e 'smtp_tls_note_starttls_offer = yes'
postconf -e 'smtpd_tls_key_file = /etc/postfix/ssl/smtpd.key'
postconf -e 'smtpd_tls_cert_file = /etc/postfix/ssl/smtpd.crt'
postconf -e 'smtpd_tls_CAfile = /etc/postfix/ssl/cacert.pem'
postconf -e 'smtpd_tls_loglevel = 1'
postconf -e 'smtpd_tls_received_header = yes'
postconf -e 'smtpd_tls_session_cache_timeout = 3600s'
postconf -e 'tls_random_source = dev:/dev/urandom'

The file /etc/postfix/main.cf should now look like this:

cat /etc/postfix/main.cf

# See /usr/share/postfix/main.cf.dist for a commented, more complete version


# Debian specific: Specifying a file name will cause the first
# line of that file to be used as the name. The Debian default
# is /etc/mailname.
#myorigin = /etc/mailname

smtpd_banner = $myhostname ESMTP $mail_name (Ubuntu)
biff = no

# appending .domain is the MUA's job.
append_dot_mydomain = no

# Uncomment the next line to generate "delayed mail" warnings
#delay_warning_time = 4h

readme_directory = no

# TLS parameters
smtpd_tls_cert_file = /etc/postfix/ssl/smtpd.crt
smtpd_tls_key_file = /etc/postfix/ssl/smtpd.key
smtpd_use_tls = yes
smtpd_tls_session_cache_database = btree:${data_directory}/smtpd_scache
smtp_tls_session_cache_database = btree:${data_directory}/smtp_scache

# See /usr/share/doc/postfix/TLS_README.gz in the postfix-doc package for
# information on enabling SSL in the smtp client.

myhostname = server1.example.com
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
myorigin = /etc/mailname
mydestination = server1.example.com, localhost.example.com, localhost.localdomain, localhost
relayhost =
mynetworks = 127.0.0.0/8
mailbox_command = procmail -a "$EXTENSION"
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
inet_protocols = all
smtpd_sasl_local_domain =
smtpd_sasl_auth_enable = yes
smtpd_sasl_security_options = noanonymous
broken_sasl_auth_clients = yes
smtpd_sasl_authenticated_header = yes
smtpd_recipient_restrictions = permit_sasl_authenticated,permit_mynetworks,reject_unauth_destination
smtpd_tls_auth_only = no
smtp_use_tls = yes
smtp_tls_note_starttls_offer = yes
smtpd_tls_CAfile = /etc/postfix/ssl/cacert.pem
smtpd_tls_loglevel = 1
smtpd_tls_received_header = yes
smtpd_tls_session_cache_timeout = 3600s
tls_random_source = dev:/dev/urandom

Authentication will be done by saslauthd. We have to change a few things to make it work properly. Because Postfix runs chrooted in /var/spool/postfix we have to do the following:

mkdir -p /var/spool/postfix/var/run/saslauthd

Now we have to edit /etc/default/saslauthd in order to activate saslauthd. Set START to yes and change the line OPTIONS="-c -m /var/run/saslauthd" to OPTIONS="-c -m /var/spool/postfix/var/run/saslauthd -r":

vi /etc/default/saslauthd

#
# Settings for saslauthd daemon
# Please read /usr/share/doc/sasl2-bin/README.Debian for details.
#

# Should saslauthd run automatically on startup? (default: no)
START=yes

# Description of this saslauthd instance. Recommended.
# (suggestion: SASL Authentication Daemon)
DESC="SASL Authentication Daemon"

# Short name of this saslauthd instance. Strongly recommended.
# (suggestion: saslauthd)
NAME="saslauthd"

# Which authentication mechanisms should saslauthd use? (default: pam)
#
# Available options in this Debian package:
# getpwent -- use the getpwent() library function
# kerberos5 -- use Kerberos 5
# pam -- use PAM
# rimap -- use a remote IMAP server
# shadow -- use the local shadow password file
# sasldb -- use the local sasldb database file
# ldap -- use LDAP (configuration is in /etc/saslauthd.conf)
#
# Only one option may be used at a time. See the saslauthd man page
# for more information.
#
# Example: MECHANISMS="pam"
MECHANISMS="pam"

# Additional options for this mechanism. (default: none)
# See the saslauthd man page for information about mech-specific options.
MECH_OPTIONS=""

# How many saslauthd processes should we run? (default: 5)
# A value of 0 will fork a new process for each connection.
THREADS=5

# Other options (default: -c -m /var/run/saslauthd)
# Note: You MUST specify the -m option or saslauthd won't run!
#
# See /usr/share/doc/sasl2-bin/README.Debian for Debian-specific information.
# See the saslauthd man page for general information about these options.
#
# Example for postfix users: "-c -m /var/spool/postfix/var/run/saslauthd"
#OPTIONS="-c -m /var/run/saslauthd"
OPTIONS="-c -m /var/spool/postfix/var/run/saslauthd -r"

Next add the postfix user to the sasl group (this makes sure that Postfix has the permission to access saslauthd):

adduser postfix sasl

Now restart Postfix and start saslauthd:

/etc/init.d/postfix restart
/etc/init.d/saslauthd start

To see if SMTP-AUTH and TLS work properly now run the following command:

telnet localhost 25

After you have established the connection to your Postfix mail server type

ehlo localhost

If you see the lines

250-STARTTLS

and

250-AUTH LOGIN PLAIN

everything is fine.

The output on my system looks like this:

root@server1:/etc/postfix/ssl# telnet localhost 25
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
220 server1.example.com ESMTP Postfix (Ubuntu)
ehlo localhost
250-server1.example.com
250-PIPELINING
250-SIZE 10240000
250-VRFY
250-ETRN
250-STARTTLS
250-AUTH LOGIN PLAIN
250-AUTH=LOGIN PLAIN
250-ENHANCEDSTATUSCODES
250-8BITMIME
250 DSN
quit
221 2.0.0 Bye
Connection closed by foreign host.
root@server1:/etc/postfix/ssl#

Type

quit

to return to the system's shell.


16 Courier-IMAP/Courier-POP3

Run this to install Courier-IMAP/Courier-IMAP-SSL (for IMAPs on port 993) and Courier-POP3/Courier-POP3-SSL (for POP3s on port 995):

apt-get install courier-authdaemon courier-base courier-imap courier-imap-ssl courier-pop courier-pop-ssl courier-ssl gamin libgamin0 libglib2.0-0

You will be asked two questions:

Create directories for web-based administration? <-- No SSL certificate required <-- Ok If you do not want to use ISPConfig, configure Postfix to deliver emails to a user's Maildir*: postconf -e 'home_mailbox = Maildir/' postconf -e 'mailbox_command =' /etc/init.d/postfix restart *Please note: You do not have to do this if you intend to use ISPConfig on your system as ISPConfig does the necessary configuration using procmail recipes. But please go sure to enable Maildir under Management -> Server -> Settings -> EMail in the ISPConfig web interface.

17 Apache/PHP5/Ruby

Now we install Apache:

apt-get install apache2 apache2-doc apache2-mpm-prefork apache2-utils libexpat1 ssl-cert

Next we install PHP5 and Ruby (both as Apache modules):

apt-get install libapache2-mod-php5 libapache2-mod-ruby php5 php5-common php5-curl php5-dev php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-mhash php5-ming php5-mysql php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl

Next we edit /etc/apache2/mods-available/dir.conf:

vi /etc/apache2/mods-available/dir.conf

and change the DirectoryIndex line:



#DirectoryIndex index.html index.cgi index.pl index.php index.xhtml index.htm
DirectoryIndex index.html index.htm index.shtml index.cgi index.php index.php3 index.pl index.xhtml



Now we have to enable some Apache modules (SSL, rewrite, suexec, and include):

a2enmod ssl
a2enmod rewrite
a2enmod suexec
a2enmod include

Reload the Apache configuration:

/etc/init.d/apache2 force-reload

In the next chapter (17.1) we are going to disable PHP (this is necessary only if you want to install ISPConfig on this server). Unlike PHP, Ruby is disabled by default, therefore we don't have to do it.


17.1 Disable PHP Globally

(If you do not plan to install ISPConfig on this server, please skip this section!)

In ISPConfig you will configure PHP on a per-website basis, i.e. you can specify which website can run PHP scripts and which one cannot. This can only work if PHP is disabled globally because otherwise all websites would be able to run PHP scripts, no matter what you specify in ISPConfig.

To disable PHP globally, we edit /etc/mime.types and comment out the application/x-httpd-php lines:

vi /etc/mime.types

[...]
#application/x-httpd-php phtml pht php
#application/x-httpd-php-source phps
#application/x-httpd-php3 php3
#application/x-httpd-php3-preprocessed php3p
#application/x-httpd-php4 php4
[...]

Edit /etc/apache2/mods-enabled/php5.conf and comment out the following lines:

vi /etc/apache2/mods-enabled/php5.conf


#AddType application/x-httpd-php .php .phtml .php3
#AddType application/x-httpd-php-source .phps


Then restart Apache:

/etc/init.d/apache2 restart


18 Proftpd

In order to install Proftpd, run

apt-get install proftpd ucf

You will be asked a question:

Run proftpd: <-- standalone

For security reasons add the following lines to /etc/proftpd/proftpd.conf (thanks to Reinaldo Carvalho; more information can be found here: http://proftpd.org/localsite/Userguide/linked/userguide.html):

vi /etc/proftpd/proftpd.conf

[...]
DefaultRoot ~
IdentLookups off
ServerIdent on "FTP Server ready."
[...]

ISPConfig expects the configuration to be in /etc/proftpd.conf instead of /etc/proftpd/proftpd.conf, therefore we create a symlink (you can skip this command if you don't want to install ISPConfig):

ln -s /etc/proftpd/proftpd.conf /etc/proftpd.conf

Then restart Proftpd:

/etc/init.d/proftpd restart

19 Webalizer

To install webalizer, just run

apt-get install webalizer


20 Synchronize the System Clock

It is a good idea to synchronize the system clock with an NTP (network time protocol) server over the internet. Simply run

apt-get install ntp ntpdate

and your system time will always be in sync.


21 Install Some Perl Modules Needed By SpamAssassin (Comes With ISPConfig)

Run

apt-get install libhtml-parser-perl libdb-file-lock-perl libnet-dns-perl


22 ISPConfig

The configuration of the server is now finished, and if you wish you can now install ISPConfig on it. Please check out the ISPConfig installation manual: http://www.ispconfig.org/manual_installation.htm


22.1 A Note On SuExec

If you want to run CGI scripts under suExec, you should specify /var/www as the home directory for websites created by ISPConfig as Ubuntu's suExec is compiled with /var/www as Doc_Root. Run

/usr/lib/apache2/suexec -V

and the output should look like this:

root@server1:~# /usr/lib/apache2/suexec -V
-D AP_DOC_ROOT="/var/www"
-D AP_GID_MIN=100
-D AP_HTTPD_USER="www-data"
-D AP_LOG_EXEC="/var/log/apache2/suexec.log"
-D AP_SAFE_PATH="/usr/local/bin:/usr/bin:/bin"
-D AP_UID_MIN=100
-D AP_USERDIR_SUFFIX="public_html"
root@server1:~#

So if you want to use suExec with ISPconfig, don't change the default web root (which is /var/www) if you use expert mode during the ISPConfig installation (in standard mode you can't change the web root anyway so you'll be able to use suExec in any case).

Senin, 20 Oktober 2008

Installasi Router (Ubuntu) Server

1. Cabut kabel LAN
2. Restart Comp. & masukkan Cd
3. Klik > Install to the Hardisk....

4. - Pemilihan Bahasa > enter ( english )
- Pemilihan Coumtry > enter
- Pemilihan keyboard > enter ( english )
- Pemilihan jenis keyboard >enter ( english )
5. Enter yang paling bawah
6. Prosses scaning...
7. configurasi network > enter ( Eth 0 :.....)
8. Prosses mencari DHCP -> Kosongi (tidak ada) > countinue
9. Pilih Configurasi manualy > enter
- Masukkan IP : 192.168.20. .... > countinue
- Network : 255.255.255.0 > cuontinue
- geteway : 192.168.20.1 > countinue
- name server : 192.168.20.1 > countinue
- host name :(misalny router_smk)> countinue
10. partition mathod :
- Pilih yang Resize jika belum diinstall ubuntu > enter
- pilih manual > enter (jika sudah diinstsll Ubuntu)
#Pilih Primery -> ext3 > enter
#Pilih delet partition > enter
#Pilih freespace > enter > create a new partition > enter
- new partition size : ( terserah/misalnya : 9,6 GB ) > countinue
- type a new partition : primery > enter
11. Partition Setting :
- enter > use as > ext3 > enter
- format the partition : yes
- Mount options > enter ( pilih yang / )
- boutable flog : on
- done setting up > enter
12. finish partition and...... > enter
13. Pilih yes (untuk write change .......)
14. Select your the zone : Eastrn > enter
15. full name for the user : ....(terserah) > countinue
16. user name ror your account :..... (terserah) > countinue
17. choose a password for the new user : ...... (terserah) > countinue
Re-enter password : (sama dengan passwor yang diatas) > countinue
18. HTTP proxy Information > ( dikosongi ) Countinue
19. choose Software to insstall :
~ space > DNS server
~ space > LAMP Server
~ space > OpenSSH Server
~ space > samba file server > countinue/enter
20. New password for the MySQL "root" : (diisi password) > countinue
21. Intall the grub boot > yes
22. finish > countinue ( dan keluarkan Cdnya )

Sabtu, 26 Januari 2008

CMS

Pengertian CMS:

Pertanyaan pertama yang mungkin muncul di benak seorang pengunjung situs ini adalah, apakah itu sebenarnya sebuah software Content Management System? Apakah sama dengan software HTML editor lainnya seperti Microsoft FrontPage, Dreamweaver, atau bahkan sebuah Notepad? Nah, dalam kesempatan ini saya akan berusaha menerangkan pengertian CMS ditinjau dari berbagai segi.

Seperti yang kita ketahui, ‘contents’ merupakan salah satu urat nadi dari kehidupan sebuah website. Tanpa ‘contents’ dapat dipastikan tidak ada website. Sebuah website yang dikelola dengan baik pasti akan selalu berusaha menampilkan ‘contents’ terbaru bagi para pengunjungnya.
Lalu apa yang dimaksud dengan ‘content’ sebenarnya? Pada dasarnya ‘content’ adalah sebuah unit informasi yang digunakan untuk membentuk sebuah halaman di website. Dapat terdiri dari apa saja; teks, gambar, video, suara, dan lain sebagainya. Harap dibedakan juga antara sebuah ‘content’ dengan sebuah dokumen. Dua hal yang serupa tapi tidak sama.

Dari ‘contents’ yang sudah ada tadi, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah website. Untuk memudahkan pekerjaan, sering kali aturan-aturan dan proses kerja pun dibuat antara seorang webmaster yang lebih memperhatikan sisi teknis dan penampilan dari website dengan seorang penulis/editor yang menyumbangkan ‘contents’ untuk website. Dalam arti kata lain, manajemen terhadap ‘contents’ yang akan ditampilkan. Baik webmaster maupun penulis/editor dapat membuat, mengedit, mengatur dan mempublikasikan sebuah ‘content’ dalam framework/sistem yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Framework atau sistem, tempat di mana ‘contents’ itu diletakkan menfasilitasi ‘perkakas-perkakas’ yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi proses pembuatan halaman-halaman di website secara efisien dan efektif.

Bila semua informasi diatas kita gabung menjadi satu, dapatlah disimpulkan, CMS adalah sebuah sistem yang memudahkan proses penciptaan sebuah website dinamis yang kaya akan ‘contents’, dengan memberikan kemudahan kepada penulis/editor untuk menambah, memperbaharui dan menghapus ‘content’ yang ada tanpa campur tangan langsung dari webmaster. Sebuah CMS akan membedakan ‘contents’ dari desain, memelihara konsistensi tampilan dan memudahkan pemanfaatan ‘contents’ untuk berbagai keperluan. Dengan menyimpan data di satu tempat, mengontrol hak akses dan alur kerja memperbesar kesempatan pemakai berpartisipasi dalam pengembangan website anda. Terlebih lagi bila website tersebut terus berkembang dan memiliki kompleksitas tinggi. Tentunya, semua bantuan akan sangat diharapkan.

Kenapa sebuah CMS dibutuhkan?

Beberapa waktu lalu, atau lebih tepatnya sekitar satu dekade yang lalu, hanya para teknisi IT (’nerds’) yang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah website. Bukan suatu hal yang aneh apabila pada saat itu jasa seorang webmaster sangat diperlukan dan mereka pun dibayar mahal untuk melakukan tugasnya. Membuat website ketika itu bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan oleh semua orang, apalagi orang awam. Website yang dihasilkan pun masihlah sangat sederhana dengan hanya mengandalkan bahasa HTML dan beberapa gambar/video/suara sebagai pemanisnya. Statis, monoton dan mahal, demikianlah kira-kira gambaran website pada masa itu.

Tapi hal ini kemudian perlahan-lahan mengalami perubahan. Seiring dengan pergantian zaman dan kemajuan teknologi menyebabkan kebutuhan untuk memiliki sebuah website dengan ‘contents’ yang dinamis di internet semakin meningkat. Bagi sebuah masyarakat modern, idiom seperti ‘content is the king’ bukanlah hal yang berlebihan. Sebegitu banyaknya informasi yang beredar di sekeliling kita mengakibatkan orang membutuhkan sebuah alat/sistem untuk mengelola semua itu dan menyampaikannya kepada para pemakai secara efektif dan efisien. Website sederhana yang dibuat dengan HMTL tentu saja tidak dapat memenuhi kebutuhan ini. Selain menyita waktu yang lama untuk memperbaharui informasi yang ada dengan yang baru, hal ini juga memakan biaya yang besar. Kecepatan dalam memproses informasi menjadi suatu hal yang sangat penting, terutama bagi dunia bisnis dan dagang. Sudah berapa banyak perusahaan yang merugi karena tidak dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan dan rekan bisnis mereka.

Nah, untuk mengatasi problematika ini sebuah CMS dibutuhkan. Dengan kemampuan yang dimiliki, informasi yang diperoleh dapat dengan segera diproses, dikirim dan dipublikasikan oleh siapa saja tanpa sebelumnya harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan webmaster/developer. Bukan berarti fungsi mereka akan tergantikan dengan adanya CMS, karena walau bagaimana pun sebuah CMS tetap membutuhkan orang yang kompeten untuk mengimplementasikannya. Tanpa jasa seorang webmaster/developer, tentu tidak ada CMS.

Perlu juga diketahui, CMS tidak hanya ditujukan kepada dunia bisnis dan dagang. Setiap orang atau organisasi dapat mengimplementasikan CMS untuk berbagai keperluan dan kondisi. Mulai dari mengelola website pribadi/organisasi, galeri foto, forum sampai kepada aplikasi E-Commerce. Dapat dibayangkan betapa besar dan luasnya dunia CMS dan kemampuan yang dimilikinya untuk kehidupan sehari-hari manusia. Masih belum percaya? Silakan mencoba saja sendiri dan alami perbedaannya.. (”,)

Manfaat CMS

Beberapa manfaat dari penggunaan CMS dapat dijabarkan sebagai berikut:

Manajemen data
Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.

Mengatur siklus hidup website
Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.

Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.

Personalisasi website
Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.

Sindikasi
Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.

Akuntabilitas
Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.

CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
a. Mengelola website pribadi.
b. Mengelola website perusahaan/bisnis.
c. Portal atau website komunitas.
d. Galeri foto, dan lain sebagainya.
e. Forum.
f. Aplikasi E-Commerce.
g. Dan lain-lain.

Jenis CMS

Dari sekian banyak produk CMS yang beredar di pasaran, kita dapat membaginya dalam dua golongan besar.

Golongan pertama adalah produk CMS yang bersifat komersial.

Dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan software yang menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS jenis ini memiliki dan menyediakan hampir semua feature yang diharapkan dari sebuah CMS dan tentu saja tidak tersedia secara gratis. Setiap pengguna yang ingin memanfaatkan CMS komersial untuk mengelola websitenya haruslah membeli lisensi dari perusahaan pembuatnya. Lisensi yang tersedia sangatlah bervariasi, mulai dari lisensi yang berdasarkan kepada jumlah pengguna sampai kepada lisensi yang sifatnya multiserver dan dari yang berharga ribuan dollar AS sampai kepada jutaan dollar AS. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi yang diharapkan pengguna.
Sebagai layanan purna jual, biasanya perusahaan CMS akan memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para penggunanya. Tidak hanya itu, versi terbaru dari produk yang dipakai, juga dapat diperoleh dengan leluasa di area anggota dari website perusahaan CMS yang dimaksud. Di bagian ini nantinya kita akan menampilkan daftar dari perusahaan-perusahaan yang mengembangkan CMS secara komersial.

Golongan kedua adalah produk CMS Open Source.

Dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang intinya memberikan sebuahalternatif murah dan terjangkau kepada para pengguna. Tersedia secara gratis dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa ada batasan. CMS jenis ini juga memberikan akses kepada penggunanya akan kode-kode pemograman, sehingga memudahkan pengguna memodifikasi CMS di masa-masa yang akan datang. Karena kode pemrograman terbuka untuk umum, secara tidak langsung para pengguna bahu-membahu dalam hal melacak dan memperbaiki bugs yang ada, menambah dan meningkatkan fungsi dan kemampuan CMS dan memberikan dukungan teknis dan non-teknis kepada yang membutuhkan. Sehingga prinsip dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan situasi pengembangan CMS Open Source. Walaupun gratis, bukan berarti CMS Open Source tidak memerlukan lisensi dalam pemakaiannya. Bedanya, lisensi di sini berbentuk sebuah pernyataan yang biasanya menerangkan bahwasanya software CMS tersebut dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan syarat semua kredit dihormati dan kode tetap terbuka untuk umum. Lalu, apakah seseorang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan komersial? Tentu saja bisa. Asalkan tidak mengenakan biaya atas CMS yang dipakai kepada klien, tapi lebih kepada biaya pembuatan dan perawatan website. Saat ini banyak sudah pihak yang beralih ke CMS Open Source, setelah mengingat dan menimbang kemampuan yang ditawarkan CMS Open Source tidak jauh berbeda dengan CMS komersial dan biaya yang terjangkau.
Di bagian ini nantinya kita juga akan menampilkan daftar dari sejumlah CMS Open Source yang ada di pasaran saat ini dan bila memungkinkan dengan sedikit keterangan tentang fungsionalitas dari CMS tersebut.

Dapat dikatakan dua golongan yang telah disebutkan di atas dimaksudkan untuk berjalan/dioperasikan di server sendiri. Sementara itu, bagi anda yang ingin menggunakan CMS tapi tidak memiliki server sendiri, jangan lekas putus asa. Saat ini sudah tersedia berbagai CMS yang dapat disewa langsung dari penyedianya dengan memanfaatkan server yang mereka miliki. Dengan demikian anda tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara menginstalasi dan memodifikasi sebuah CMS, karena hampir semua yang dibutuhkan telah dipenuhi oleh pihak penyedia. Sebuah solusi yang bagus untuk anda yang ingin segera menikmati berbagai keuntungan CMS.

Di bawah ini anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang CMS. Tulisan ini sendiri merupakan rangkuman dari sumber-sumber yang dapat diperoleh melalui tautan web berikut.

·


CMS

Pengertian CMS:

Pertanyaan pertama yang mungkin muncul di benak seorang pengunjung situs ini adalah, apakah itu sebenarnya sebuah software Content Management System? Apakah sama dengan software HTML editor lainnya seperti Microsoft FrontPage, Dreamweaver, atau bahkan sebuah Notepad? Nah, dalam kesempatan ini saya akan berusaha menerangkan pengertian CMS ditinjau dari berbagai segi.

Seperti yang kita ketahui, ‘contents’ merupakan salah satu urat nadi dari kehidupan sebuah website. Tanpa ‘contents’ dapat dipastikan tidak ada website. Sebuah website yang dikelola dengan baik pasti akan selalu berusaha menampilkan ‘contents’ terbaru bagi para pengunjungnya. Lalu apa yang dimaksud dengan ‘content’ sebenarnya? Pada dasarnya ‘content’ adalah sebuah unit informasi yang digunakan untuk membentuk sebuah halaman di website. Dapat terdiri dari apa saja; teks, gambar, video, suara, dan lain sebagainya. Harap dibedakan juga antara sebuah ‘content’ dengan sebuah dokumen. Dua hal yang serupa tapi tidak sama.

Dari ‘contents’ yang sudah ada tadi, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah website. Untuk memudahkan pekerjaan, sering kali aturan-aturan dan proses kerja pun dibuat antara seorang webmaster yang lebih memperhatikan sisi teknis dan penampilan dari website dengan seorang penulis/editor yang menyumbangkan ‘contents’ untuk website. Dalam arti kata lain, manajemen terhadap ‘contents’ yang akan ditampilkan. Baik webmaster maupun penulis/editor dapat membuat, mengedit, mengatur dan mempublikasikan sebuah ‘content’ dalam framework/sistem yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Framework atau sistem, tempat di mana ‘contents’ itu diletakkan menfasilitasi ‘perkakas-perkakas’ yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi proses pembuatan halaman-halaman di website secara efisien dan efektif.

Bila semua informasi diatas kita gabung menjadi satu, dapatlah disimpulkan, CMS adalah sebuah sistem yang memudahkan proses penciptaan sebuah website dinamis yang kaya akan ‘contents’, dengan memberikan kemudahan kepada penulis/editor untuk menambah, memperbaharui dan menghapus ‘content’ yang ada tanpa campur tangan langsung dari webmaster. Sebuah CMS akan membedakan ‘contents’ dari desain, memelihara konsistensi tampilan dan memudahkan pemanfaatan ‘contents’ untuk berbagai keperluan. Dengan menyimpan data di satu tempat, mengontrol hak akses dan alur kerja memperbesar kesempatan pemakai berpartisipasi dalam pengembangan website anda. Terlebih lagi bila website tersebut terus berkembang dan memiliki kompleksitas tinggi. Tentunya, semua bantuan akan sangat diharapkan.

Kenapa sebuah CMS dibutuhkan?

Beberapa waktu lalu, atau lebih tepatnya sekitar satu dekade yang lalu, hanya para teknisi IT (’nerds’) yang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah website. Bukan suatu hal yang aneh apabila pada saat itu jasa seorang webmaster sangat diperlukan dan mereka pun dibayar mahal untuk melakukan tugasnya. Membuat website ketika itu bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan oleh semua orang, apalagi orang awam. Website yang dihasilkan pun masihlah sangat sederhana dengan hanya mengandalkan bahasa HTML dan beberapa gambar/video/suara sebagai pemanisnya. Statis, monoton dan mahal, demikianlah kira-kira gambaran website pada masa itu.

Tapi hal ini kemudian perlahan-lahan mengalami perubahan. Seiring dengan pergantian zaman dan kemajuan teknologi menyebabkan kebutuhan untuk memiliki sebuah website dengan ‘contents’ yang dinamis di internet semakin meningkat. Bagi sebuah masyarakat modern, idiom seperti ‘content is the king’ bukanlah hal yang berlebihan. Sebegitu banyaknya informasi yang beredar di sekeliling kita mengakibatkan orang membutuhkan sebuah alat/sistem untuk mengelola semua itu dan menyampaikannya kepada para pemakai secara efektif dan efisien. Website sederhana yang dibuat dengan HMTL tentu saja tidak dapat memenuhi kebutuhan ini. Selain menyita waktu yang lama untuk memperbaharui informasi yang ada dengan yang baru, hal ini juga memakan biaya yang besar. Kecepatan dalam memproses informasi menjadi suatu hal yang sangat penting, terutama bagi dunia bisnis dan dagang. Sudah berapa banyak perusahaan yang merugi karena tidak dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan dan rekan bisnis mereka.

Nah, untuk mengatasi problematika ini sebuah CMS dibutuhkan. Dengan kemampuan yang dimiliki, informasi yang diperoleh dapat dengan segera diproses, dikirim dan dipublikasikan oleh siapa saja tanpa sebelumnya harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan webmaster/developer. Bukan berarti fungsi mereka akan tergantikan dengan adanya CMS, karena walau bagaimana pun sebuah CMS tetap membutuhkan orang yang kompeten untuk mengimplementasikannya. Tanpa jasa seorang webmaster/developer, tentu tidak ada CMS.

Perlu juga diketahui, CMS tidak hanya ditujukan kepada dunia bisnis dan dagang. Setiap orang atau organisasi dapat mengimplementasikan CMS untuk berbagai keperluan dan kondisi. Mulai dari mengelola website pribadi/organisasi, galeri foto, forum sampai kepada aplikasi E-Commerce. Dapat dibayangkan betapa besar dan luasnya dunia CMS dan kemampuan yang dimilikinya untuk kehidupan sehari-hari manusia. Masih belum percaya? Silakan mencoba saja sendiri dan alami perbedaannya.. (”,)

Manfaat CMS

Beberapa manfaat dari penggunaan CMS dapat dijabarkan sebagai berikut:

Manajemen data
Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.

Mengatur siklus hidup website
Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.

Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.

Personalisasi website
Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.

Sindikasi
Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.

Akuntabilitas
Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.

CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
a. Mengelola website pribadi.
b. Mengelola website perusahaan/bisnis.
c. Portal atau website komunitas.
d. Galeri foto, dan lain sebagainya.
e. Forum.
f. Aplikasi E-Commerce.
g. Dan lain-lain.

Jenis CMS

Dari sekian banyak produk CMS yang beredar di pasaran, kita dapat membaginya dalam dua golongan besar.

Golongan pertama adalah produk CMS yang bersifat komersial.

Dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan software yang menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS jenis ini memiliki dan menyediakan hampir semua feature yang diharapkan dari sebuah CMS dan tentu saja tidak tersedia secara gratis. Setiap pengguna yang ingin memanfaatkan CMS komersial untuk mengelola websitenya haruslah membeli lisensi dari perusahaan pembuatnya. Lisensi yang tersedia sangatlah bervariasi, mulai dari lisensi yang berdasarkan kepada jumlah pengguna sampai kepada lisensi yang sifatnya multiserver dan dari yang berharga ribuan dollar AS sampai kepada jutaan dollar AS. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi yang diharapkan pengguna.
Sebagai layanan purna jual, biasanya perusahaan CMS akan memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para penggunanya. Tidak hanya itu, versi terbaru dari produk yang dipakai, juga dapat diperoleh dengan leluasa di area anggota dari website perusahaan CMS yang dimaksud. Di bagian ini nantinya kita akan menampilkan daftar dari perusahaan-perusahaan yang mengembangkan CMS secara komersial.

Golongan kedua adalah produk CMS Open Source.

Dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang intinya memberikan sebuahalternatif murah dan terjangkau kepada para pengguna. Tersedia secara gratis dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa ada batasan. CMS jenis ini juga memberikan akses kepada penggunanya akan kode-kode pemograman, sehingga memudahkan pengguna memodifikasi CMS di masa-masa yang akan datang. Karena kode pemrograman terbuka untuk umum, secara tidak langsung para pengguna bahu-membahu dalam hal melacak dan memperbaiki bugs yang ada, menambah dan meningkatkan fungsi dan kemampuan CMS dan memberikan dukungan teknis dan non-teknis kepada yang membutuhkan. Sehingga prinsip dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan situasi pengembangan CMS Open Source. Walaupun gratis, bukan berarti CMS Open Source tidak memerlukan lisensi dalam pemakaiannya. Bedanya, lisensi di sini berbentuk sebuah pernyataan yang biasanya menerangkan bahwasanya software CMS tersebut dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan syarat semua kredit dihormati dan kode tetap terbuka untuk umum. Lalu, apakah seseorang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan komersial? Tentu saja bisa. Asalkan tidak mengenakan biaya atas CMS yang dipakai kepada klien, tapi lebih kepada biaya pembuatan dan perawatan website. Saat ini banyak sudah pihak yang beralih ke CMS Open Source, setelah mengingat dan menimbang kemampuan yang ditawarkan CMS Open Source tidak jauh berbeda dengan CMS komersial dan biaya yang terjangkau.
Di bagian ini nantinya kita juga akan menampilkan daftar dari sejumlah CMS Open Source yang ada di pasaran saat ini dan bila memungkinkan dengan sedikit keterangan tentang fungsionalitas dari CMS tersebut.

Dapat dikatakan dua golongan yang telah disebutkan di atas dimaksudkan untuk berjalan/dioperasikan di server sendiri. Sementara itu, bagi anda yang ingin menggunakan CMS tapi tidak memiliki server sendiri, jangan lekas putus asa. Saat ini sudah tersedia berbagai CMS yang dapat disewa langsung dari penyedianya dengan memanfaatkan server yang mereka miliki. Dengan demikian anda tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara menginstalasi dan memodifikasi sebuah CMS, karena hampir semua yang dibutuhkan telah dipenuhi oleh pihak penyedia. Sebuah solusi yang bagus untuk anda yang ingin segera menikmati berbagai keuntungan CMS.

Di bawah ini anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang CMS. Tulisan ini sendiri merupakan rangkuman dari sumber-sumber yang dapat diperoleh melalui tautan web berikut.

·