Perang terbuka sudah terjadi tanpa kita sadari. Dari kubu Windows, XP dan Vista, Linux dari Ubuntu dan MacOS dari Macintosh bertempur melawan pasukan hacker dan penyusup. Keempat pasukan Sistem Operasi tersebut bertugas harus melindungi beberapa istana di 4 zona peperangan. Namun pertempuran sengit ini tak jarang membawa warga dunia menjadi korban akibat ketidak tahuan, seperti misalnya ketika Windows Vista secara diam-diam melakukan penyedotan data dari pintu belakang, atau ketika MacOs secara sembunyi-sembunyi beraliansi dengan sebuah trojan berbahaya. Untuk itulah mari kita ikut bergerilya dalam perang dunia ini untuk mengetahui pasukan mana yang kita gunakan untuk melindungi kita.
Sebelum kita ikut bergerilya marilah kita ke kantor kepolisian untuk memeriksa catatan kriminal dari 4 Sistem Operasi yang kita percayakan menghadapi para hacker. Ternyata tidak satupun dari Sistem operasi tersebut yang benar-benar memiliki catatan bersih, masing-masing memiliki catatan kriminal, yaitu MacOS pernah tertangkap akibat mengadakan kerjasama dengan virus trojan, Windows XP memiliki catatan sebagai pelaku pengungkap data, Windows Vista sebagai pemasok POPUP dan Linux yang sangat fanatik input prompt. Okelah itu hanya sekedar catatan hitam masa lalu, mari kita terjun ke 4 zona tempat terjadinya pertempuran sengit ini.
Di zona keamanan berinternet, ternyata windows XP dan Vista menjadi sasaran utama serangan para hacker dunia, namun walaupun demikian XP
dan Vista ternyata mampu membendung serangan tersebut dengan baik lewat firewall yang otomatis berjalan ketika mulai dijalankan. Namun ternyata para hacker tidak kalah ide, mereka menyerang lewat celah Internet Explorer 7 yang memang telah terbukti memiliki banyak kelemahan, walaupun Windows senantiasa menutupi celah-celah keamanan tersebut lewat update yang tiap 18 hari namun keadaan ini cukup membahayakan. Untuk mengatasinya, warga dunia disarankan untuk senantiasa mengupdate internet explorer atau memakai browser yang terbukti lebih aman yakni: Safari dan Firefox. Akibat serangan ini, di zona keamanan berinternet, windows XP harus merelakan 2 istana yang dijaganya terebut oleh para hacker, sedangkan windows Vista dengan penjagaan pintu gerbang yang ketat hanya kehilangan 1 istana di zona ini. Linux dan MacOS di zona ini boleh agak berlega hati karena tidak begitu dilirik untuk diserang oleh para hacker sehingga kelima istana yang mereka jaga tetap aman. Di zona ini Linux dan MacOS unggul.
Peperangan di zona keamanan PC, mengungkap banyak fakta akan kelemahan beberapa pasukan Sistem Operasi. Pasukan Windows XP, Vista dan Linux Ubuntu ternyata lemah terhadap penjagaan pintu login berpassword. Hanya dengan sebuah CD darurat, password pintu login WIndows XP, Vista dan Linux dapat dibobol. Begitu juga pasukan MacOS ternyata lemah pada masalah ini, hanya cukup dengan menekan kombinasi tombol [Apple] + [S] pada saat boot , data pada PC dapat diakses oleh setiap orang. Hal ini menyebabkan masing-masing pasukan kehilangan 1 istana. Istana yang lain, di wilayah enkripsi data keempat pasukan Sistem Operasi ternyata memiliki sistem enkripsi folder yang mudah dioperasikan. MacOS menggunakan FileVault, Linux dengan TrusCrypt dan Windows XP/Vista dengan sistem Encrypted File System (EFS). Namun dari semua itu ternyata Windows Vista lebih unggul karena dapat melindungi lebih baik, dimana seluruh harddisk dapat dienkripsi hanya dengan beberapa kali klik. Vista berhasil mempertahankan istananya sedangkan yang lain harus kehilangan istana setelah pertempuran yang sangat hebat dalam waktu yang lama. Selanjutnya, di istana terjadinya backup data pertempuran juga tidak kalah sengit. MacOS unggul dalam wilayah ini dengan sistem Time Machine nya. Windows XP melakukan backup dengan 2 tahap lewat System Restore, namun Windows Vista yang juga memiliki system restore dengan tambahan Salinan Data Bayangan seharusnya mampu lebih baik namun karena salah satu anggota pasukannya yakni Windows Vista versi Home tidak dilengkapi dengan layanan ini, mengakibatkan windows Vista harus rela kehilangan istana backup. Pasukan Linux justru lebih parah lagi, dengan sistem backup gratisan yang terlalu banyak dan tidak jelas mengakibatkan Pasukan ini lemah dan juga harus kehilangan istananya. Di zona keamanan PC ini MacOS dan XP unggul.
Di Zona Pengoperasian, terdapat 3 istana yang harus dijaga yakni Pencarian File, Instalasi Software dan File-Manager. Pada pencarian File, windows XP ternyata tidak tampil mengesankan. MacOS dengan sistem pencarian Spotlight terbukti mampu melakukan pencarian file secara kilat yang juga ditiru oleh Linux dan Windows Vista. Sedangkan untuk kemampuan seperti itu, windows XP harus memiliki tools tambahan. Dalam instalasi software, kecanggihan windows xp dan vista dalam menginstal sebuah software yang didownload ataupun dibeli serta murahnya biaya yang dikeluarkan untuk menginstal program gratis lewat Packet Manager yang dimiliki Linux, ternyata tak mampu menandingi kehebatan instalasi tradisional di MacOS. Lho kok instalasi tradisional lebih hebat dari yang canggih? Yup.. instalasi tradisional MacOS dimana kita harus mengekstrak paket-paket software dana bentuk Zip lalu meletakkannya di dalam menu ternyata memiliki kelebihan pada saat kita membuang software. Di MacOS, kita tidak memerlukan uninstaller dan jika kita membuang program hanya cukup dengan menghapus foldernya saja tanpa kuatir akan ada sisa pada sistem registry. Di istana pengelolaan File Manager, windows XP tampil buruk karena tidak mampu menampilkan preview isi file seperti halnya yang terdapat pada Windows Vista, Linux dan MacOs. Di zona pengoperasian ini windows XP harus menjadi pecundang.
Di zona terakhir yakni Zona Driver (bukan sopir lho.. melainkan software pengenal hardware), pasukan dari kubu windows menunjukkan kemampuannya dalam membaca lebih hardware. Windows XP mampu membaca 10.000 hardware sedangkan windows Vista dua kali lebih banyak. Walaupun Linux dikembangkan oleh banyak orang, namun ternyata lemah dalam masalah Driver ini karena driver yang tersedia tidak menyeluruh. Sedangkan MacOS justru memiliki sedikit driver karena lebih menyerahkan masalah driver ini kepada pengembang komersil dengan filosofi bahwa Is Okay mengeluarkan uang lebih banyak asalkan dapat berfungsi tanpa masalah.
Dari peperangan di atas dapat kita sumpulkan bahwa MacOS merupakan pasukan terbaik pertama dengan desain yang elegan dan sistem yang aman namun memiliki kelemahan pada pilihan hardware dan softwarenya. Di tempat kedua diduduki oleh Windows Vista dengan keamanan yang lebih baik walaupun kita harus membeli ulang banyak software jika ingin optimal. Linux menduduki posisi ketiga karena tingkat keamanannya yang tinggi namun berhubung banyaknya pengembang sistem operasi ini mengakibatkan penggunaannya masih terlalu rumit. Windows XP harus rela menduduki posisi terakhir, karena walaupun dengan service pack 2, windows XP masih belum sepenuhnya aman.
Selasa, 06 Januari 2009
Media Penyimpanan Data
8_inch_floppy1Floppy 8 Inch
Awal tahun 1967 markas IBM yang berada di San Jose, California memulai proyek media penyimpan data yang sederhana. Proyek ini dipegang oleh David Noble dibawah arahan Alan Shugart. Hasilnya adalah floppy berukuran 8 inci yang dinamakan “Memory Disk” mampu menyimpan data sebesar 80 kilobyte. Tahun 1973, IBM merilis versi baru floppy untuk 3740 Data Entry System. Sistem yang baru ini memungkinkan menyimpan data hingga 256 Kb. Akhirnya produk ini dirilis secara masal, tetapi karena harganya yang mahal floppy ini kurang laku di pasaran.
floppy8Floppy 5 1/4 Inch
Tahun 1976, salah satu karyawan Shugart yang bernama Jim Adkinson melakukan pengembangan floppy disk karena produk sebelumnya dianggap memiliki ukuran yang terlalu besar. Hasilnya adalah Minifloppy 5 1/4 inci yang sanggup memuat data sebesar 110 Kb. Biaya produksi 5 1/4 inch lebih murah dibandingkan seniornya dari IBM. Ditahun yang sama Tandon mencoba menggandakan kapasitas minifloppy menjadi 360 Kb. Karena saat itu belum ada hard drive, maka sistem operasi berada dalam disket. Tahun 1984 kapasitas nya ditingkatkan menjadi 1,2 Mb dan menjadi ukuran standar hingga hilang dari peredaran sekitar tahun 1990.
floppyFloppy 3 1/2 Inch
Berawal dari Apple yang merasakan keterbatasan akan Floppy 5 1/4 inch. Kemudian Apple memilih format Sony 90 x 94 mm untuk komputer Macintosh pada tahun 1984, yang kemudian menjadi standar format disket di Amerika. 3 1/2 inch dibungkus lapisan metal yang memungkinkan tidak terjadi goresan pada saat disket dimasukkan ke drivenya.
3 1/2 inch juga mengalami evolusi. Awalnya microfloppy hanya memuat 360 Kb single sided dan 720 Kb double sided. Pertengahan tahun 1980, diperkenalkan format baru yaitu “High Density (HD)” dengan kapasitas 1,44 Mb. Baru pada tahun 1987 tipe HD mulai dipakai oleh komputer IBM, sedangkan Apple menggunakannya setahun kemudian pada Macintosh ILX. Tahun 1991 kapasitas 3 1/2 inch dikembangkan menjadi 2,88 Mb.
Inovasi terus berlanjut hingga tahun 1995 ketika Matsushita atau Panasonic merilis drive “Super Disk”, yang mampu menyimpan data hingga 120 Mb bahkan sempat di upgrade sampai 240 Mb. Sayang popularitasnya tidak bertahan karena kalah bersaing dengan Zip Drive.
minidiscMinidisc
Teknologi Minidisc ditemukan oleh Sony pada tahun 1991 yang digunakan untuk menyimpan berbagai data khususnya audio. Baru pada tahun 1993 Sony meluncurkan MD Data generasi baru yang berguna menyimpan data dari komputer. Tapi keberadaannya sampai saat ini kurang diminati.
zip_250mb_usb_drive_mediaZip Drive
Zip Drive adalah sistem penyimpanan data yang removeable. Diperkenalkan oleh Iomega Company akhir 1994. Bentuknya mengadopsi produk yang dibuat Iomega sebelumnya yang bernama Bernoulli Box System. Kapasitas simpan Zip Drive 100 Mb. Saat itu Zip Drive tergolong sukses karena mampu menyimpan data relatif besar. Kemudian Iomega meningkatkan kapasitas Zip Drive menjadi 250 Mb dan 750 Mb.
cd_romCD ROM
CD ROM atau Compact Disc Read Only Memory adalah media penyimpan yang memiliki format seperti Compact Disc audio. CD ROM generasi pertama memiliki kecepatan 1x, yang berarti data yang bisa ditransfer dalam 1 detik adalah 150 Kb. Sebagai media penyimpan data CD ROM bisa memuat 650 – 700 Mb. Tahun 1988 perusahaan Jepang Taiyo Yuden berhasil menemukan prototipe CD-R yang mulai diproduksi pada tahun 1994. Sampai kini CD ROM dibagi menjadi dua yaitu CD-R dan CD-RW yang bisa dipakai ulang.
2007dvd1DVD ROM
DVD adalah singkatan dari Digital Versatile Disc. Versi pertama yang muncul adalah hasil garapan 10 perusahaan yang tergabung dalam DVD Forum atau DVD Consortium. Bulan November 1996 dirilis secara resmi DVD Player pertama di Jepang, dan Amerika pada bulan Maret 1997.
DVD ROM juga terbagi dalam dua macam yaitu DVD R dan DVD RW. Tanda hubung yang menyertainya adalah tanda jenis pabrikan. Tanda (+) berarti keluaran DVD Forum (DVD+R, DVD+RW), sedangkan tanda (-) menandakan DVD buatan Alliance (DVD-R, DVD-RW). Perbedaannya adalah masalah harga dan lisensi. Meskipun demikian, teknologi yang digunakan keduanya sama. Kecepatan transfer data yang bisa dilakukan DVD ROM sekitar 21,09 Mb per detik. Dengan kapasitas maksimal 16 Gb.
multimedia-cardsd_cardMulti Media Card dan Secure Digital
Secure Digital (SD) adalah sebuah format kartu memori flash. Dia digunakan dalam alat portabel, seperti PDA, kamera digital dan telepon genggam. Kartu SD dikembangkan oleh SanDisk, Toshiba, dan Panasonic berdasarkan Kartu Multi Media (MMC) yang sudah lebih dulu ada. Selain memiliki sistem pengaman yang lebih bagus daripada MMC, SD Card juga bisa dengan mudah dibedakan dari MMC karena memiliki ukuran yang lebih tebal dibanding kartu MMC standar. Kartu SD standar memiliki ukuran 32 mm x 24 mm x 2,1 mm, tetapi ada beberapa kartu SD yg setipis MMC (1,4 mm). Dalam perkembangannya, kartu SD diproduksi juga dalam dua variasi ukuran yg lebih kecil, kedua varian tersebut dikenal dengan nama MiniSD dan MicroSD atau TransFlash (T-Flash). Secara umum, kartu SD dibedakan dari kecepatan transfer data yang tersedia, yaitu kecepatan biasa (150 Kb per detik) dan kecepatan tinggi. Beberapa kamera digital memerlukan kartu yang berkecepatan tinggi untuk merekam video secara lancar atau menangkap gambar berturut-turut.
Alat yang dilengkapi dengan slot SD dapat menggunakan kartu MMC yang lebih tipis, tetapi kartu SD standar tidak dapat digunakan ke slot kartu MMC yang lebih tipis. Kartu SD dapat digunakan dalam slot CompactFlash atau kartu PC dengan sebuah adapter.
usb_flash_disk_u172p_2gbUSB Flash Disk
Floppy disk termasuk pheriperal yang bertahan cukup lama. Keberadaan CD-RW yang jauh lebih murah ketimbang floppy disk masih belum mampu menggusurnya. Alasannya tidak semua orang memiliki writer, dan ukuran CD relatif lebih besar daripada floppy disk. Padahal dengan uang seharga floppy disc, kita bisa mendapatkan CD-R hingga 3 keping. Selain itu CD-R/RW juga jauh lebih awet daripada floppy. Walau floppy selamat dari serangan CD ROM namun tampaknya floppy tergusur oleh USB flash disk.
Flash disk memiliki bentuk yang jauh lebih kecil ketimbang disket, tingkat ketahanannya juga jauh lebih bagus ketimbang disket dan CD. Untuk menulis dan membaca flash disk hanya diperlukan port USB, tidak perlu drive khusus. Flash disc memilik peluang menggusur keberadaan CD karena beberapa flash disk memiliki kapasitas yang lebih besar daripada CD dan harganya relatif terjangkau.
hd-dvd_disc_30gbHD-DVD
HD-DVD adalah singkatan dari High Definition Digital Versatile Disc, sebuah format DVD berkepadatan tinggi yang di desain untuk menyimpan data termasuk video definisi tinggi (High Definition Video).
HD-DVD dirancang untuk menggantikan format DVD. HD-DVD dapat menampung data sebanyak tiga kali data yang ditampung DVD (15 GB per lapis berbanding 4,7 GB). Standar HD-DVD dikembangkan oleh Toshiba dan NEC. Pada 19 November 2003, DVD Forum turut mendukung HD-DVD sebagai penerus standar definisi tinggi. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk menggunakan nama HD-DVD yang sebelumnya dinamai AOD (Advanced Optical Disc).
Sejak awal HD-DVD telah terlibat dalam “perang format” video berdefinisi tinggi dengan Blu-Ray yang dikembangkan Sony. Setelah beberapa perusahaan film dan peritel besar mulai mengakhiri dukungan terhadap format HD-DVD ini pada awal 2008, pada 19 Februari 2008 Toshiba mengumumkan akan mengakhiri produksi dan pengembangan HD-DVD sehingga secara langsung menyudahi perang format tersebut.
blue-ray-discBlu-Ray
Blu-Ray adalah media penyimpan data yang dikeluarkan oleh Sony. Satu keping Blu-Ray disc single layer bisa menampung 25 Gb. Sementara untuk dual layer 50 Gb. Sekarang sedang dikembangkan dalam format quad layer dengan kapasitas 100 Gb. Blu-Ray recorder pertama telah dirilis oleh Sony pada 3 Maret 2003. Sementara Samsung dan JVC mengumumkan tengah melakukan produksi masal di Berlin. Saingan terberat Blu-Ray adalah HD-DVD yang dikenal dengan nama AOD (Advance Optical Disc), sebuah nama storage yang dibuat oleh Toshiba dan NEC.
Awal tahun 1967 markas IBM yang berada di San Jose, California memulai proyek media penyimpan data yang sederhana. Proyek ini dipegang oleh David Noble dibawah arahan Alan Shugart. Hasilnya adalah floppy berukuran 8 inci yang dinamakan “Memory Disk” mampu menyimpan data sebesar 80 kilobyte. Tahun 1973, IBM merilis versi baru floppy untuk 3740 Data Entry System. Sistem yang baru ini memungkinkan menyimpan data hingga 256 Kb. Akhirnya produk ini dirilis secara masal, tetapi karena harganya yang mahal floppy ini kurang laku di pasaran.
floppy8Floppy 5 1/4 Inch
Tahun 1976, salah satu karyawan Shugart yang bernama Jim Adkinson melakukan pengembangan floppy disk karena produk sebelumnya dianggap memiliki ukuran yang terlalu besar. Hasilnya adalah Minifloppy 5 1/4 inci yang sanggup memuat data sebesar 110 Kb. Biaya produksi 5 1/4 inch lebih murah dibandingkan seniornya dari IBM. Ditahun yang sama Tandon mencoba menggandakan kapasitas minifloppy menjadi 360 Kb. Karena saat itu belum ada hard drive, maka sistem operasi berada dalam disket. Tahun 1984 kapasitas nya ditingkatkan menjadi 1,2 Mb dan menjadi ukuran standar hingga hilang dari peredaran sekitar tahun 1990.
floppyFloppy 3 1/2 Inch
Berawal dari Apple yang merasakan keterbatasan akan Floppy 5 1/4 inch. Kemudian Apple memilih format Sony 90 x 94 mm untuk komputer Macintosh pada tahun 1984, yang kemudian menjadi standar format disket di Amerika. 3 1/2 inch dibungkus lapisan metal yang memungkinkan tidak terjadi goresan pada saat disket dimasukkan ke drivenya.
3 1/2 inch juga mengalami evolusi. Awalnya microfloppy hanya memuat 360 Kb single sided dan 720 Kb double sided. Pertengahan tahun 1980, diperkenalkan format baru yaitu “High Density (HD)” dengan kapasitas 1,44 Mb. Baru pada tahun 1987 tipe HD mulai dipakai oleh komputer IBM, sedangkan Apple menggunakannya setahun kemudian pada Macintosh ILX. Tahun 1991 kapasitas 3 1/2 inch dikembangkan menjadi 2,88 Mb.
Inovasi terus berlanjut hingga tahun 1995 ketika Matsushita atau Panasonic merilis drive “Super Disk”, yang mampu menyimpan data hingga 120 Mb bahkan sempat di upgrade sampai 240 Mb. Sayang popularitasnya tidak bertahan karena kalah bersaing dengan Zip Drive.
minidiscMinidisc
Teknologi Minidisc ditemukan oleh Sony pada tahun 1991 yang digunakan untuk menyimpan berbagai data khususnya audio. Baru pada tahun 1993 Sony meluncurkan MD Data generasi baru yang berguna menyimpan data dari komputer. Tapi keberadaannya sampai saat ini kurang diminati.
zip_250mb_usb_drive_mediaZip Drive
Zip Drive adalah sistem penyimpanan data yang removeable. Diperkenalkan oleh Iomega Company akhir 1994. Bentuknya mengadopsi produk yang dibuat Iomega sebelumnya yang bernama Bernoulli Box System. Kapasitas simpan Zip Drive 100 Mb. Saat itu Zip Drive tergolong sukses karena mampu menyimpan data relatif besar. Kemudian Iomega meningkatkan kapasitas Zip Drive menjadi 250 Mb dan 750 Mb.
cd_romCD ROM
CD ROM atau Compact Disc Read Only Memory adalah media penyimpan yang memiliki format seperti Compact Disc audio. CD ROM generasi pertama memiliki kecepatan 1x, yang berarti data yang bisa ditransfer dalam 1 detik adalah 150 Kb. Sebagai media penyimpan data CD ROM bisa memuat 650 – 700 Mb. Tahun 1988 perusahaan Jepang Taiyo Yuden berhasil menemukan prototipe CD-R yang mulai diproduksi pada tahun 1994. Sampai kini CD ROM dibagi menjadi dua yaitu CD-R dan CD-RW yang bisa dipakai ulang.
2007dvd1DVD ROM
DVD adalah singkatan dari Digital Versatile Disc. Versi pertama yang muncul adalah hasil garapan 10 perusahaan yang tergabung dalam DVD Forum atau DVD Consortium. Bulan November 1996 dirilis secara resmi DVD Player pertama di Jepang, dan Amerika pada bulan Maret 1997.
DVD ROM juga terbagi dalam dua macam yaitu DVD R dan DVD RW. Tanda hubung yang menyertainya adalah tanda jenis pabrikan. Tanda (+) berarti keluaran DVD Forum (DVD+R, DVD+RW), sedangkan tanda (-) menandakan DVD buatan Alliance (DVD-R, DVD-RW). Perbedaannya adalah masalah harga dan lisensi. Meskipun demikian, teknologi yang digunakan keduanya sama. Kecepatan transfer data yang bisa dilakukan DVD ROM sekitar 21,09 Mb per detik. Dengan kapasitas maksimal 16 Gb.
multimedia-cardsd_cardMulti Media Card dan Secure Digital
Secure Digital (SD) adalah sebuah format kartu memori flash. Dia digunakan dalam alat portabel, seperti PDA, kamera digital dan telepon genggam. Kartu SD dikembangkan oleh SanDisk, Toshiba, dan Panasonic berdasarkan Kartu Multi Media (MMC) yang sudah lebih dulu ada. Selain memiliki sistem pengaman yang lebih bagus daripada MMC, SD Card juga bisa dengan mudah dibedakan dari MMC karena memiliki ukuran yang lebih tebal dibanding kartu MMC standar. Kartu SD standar memiliki ukuran 32 mm x 24 mm x 2,1 mm, tetapi ada beberapa kartu SD yg setipis MMC (1,4 mm). Dalam perkembangannya, kartu SD diproduksi juga dalam dua variasi ukuran yg lebih kecil, kedua varian tersebut dikenal dengan nama MiniSD dan MicroSD atau TransFlash (T-Flash). Secara umum, kartu SD dibedakan dari kecepatan transfer data yang tersedia, yaitu kecepatan biasa (150 Kb per detik) dan kecepatan tinggi. Beberapa kamera digital memerlukan kartu yang berkecepatan tinggi untuk merekam video secara lancar atau menangkap gambar berturut-turut.
Alat yang dilengkapi dengan slot SD dapat menggunakan kartu MMC yang lebih tipis, tetapi kartu SD standar tidak dapat digunakan ke slot kartu MMC yang lebih tipis. Kartu SD dapat digunakan dalam slot CompactFlash atau kartu PC dengan sebuah adapter.
usb_flash_disk_u172p_2gbUSB Flash Disk
Floppy disk termasuk pheriperal yang bertahan cukup lama. Keberadaan CD-RW yang jauh lebih murah ketimbang floppy disk masih belum mampu menggusurnya. Alasannya tidak semua orang memiliki writer, dan ukuran CD relatif lebih besar daripada floppy disk. Padahal dengan uang seharga floppy disc, kita bisa mendapatkan CD-R hingga 3 keping. Selain itu CD-R/RW juga jauh lebih awet daripada floppy. Walau floppy selamat dari serangan CD ROM namun tampaknya floppy tergusur oleh USB flash disk.
Flash disk memiliki bentuk yang jauh lebih kecil ketimbang disket, tingkat ketahanannya juga jauh lebih bagus ketimbang disket dan CD. Untuk menulis dan membaca flash disk hanya diperlukan port USB, tidak perlu drive khusus. Flash disc memilik peluang menggusur keberadaan CD karena beberapa flash disk memiliki kapasitas yang lebih besar daripada CD dan harganya relatif terjangkau.
hd-dvd_disc_30gbHD-DVD
HD-DVD adalah singkatan dari High Definition Digital Versatile Disc, sebuah format DVD berkepadatan tinggi yang di desain untuk menyimpan data termasuk video definisi tinggi (High Definition Video).
HD-DVD dirancang untuk menggantikan format DVD. HD-DVD dapat menampung data sebanyak tiga kali data yang ditampung DVD (15 GB per lapis berbanding 4,7 GB). Standar HD-DVD dikembangkan oleh Toshiba dan NEC. Pada 19 November 2003, DVD Forum turut mendukung HD-DVD sebagai penerus standar definisi tinggi. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk menggunakan nama HD-DVD yang sebelumnya dinamai AOD (Advanced Optical Disc).
Sejak awal HD-DVD telah terlibat dalam “perang format” video berdefinisi tinggi dengan Blu-Ray yang dikembangkan Sony. Setelah beberapa perusahaan film dan peritel besar mulai mengakhiri dukungan terhadap format HD-DVD ini pada awal 2008, pada 19 Februari 2008 Toshiba mengumumkan akan mengakhiri produksi dan pengembangan HD-DVD sehingga secara langsung menyudahi perang format tersebut.
blue-ray-discBlu-Ray
Blu-Ray adalah media penyimpan data yang dikeluarkan oleh Sony. Satu keping Blu-Ray disc single layer bisa menampung 25 Gb. Sementara untuk dual layer 50 Gb. Sekarang sedang dikembangkan dalam format quad layer dengan kapasitas 100 Gb. Blu-Ray recorder pertama telah dirilis oleh Sony pada 3 Maret 2003. Sementara Samsung dan JVC mengumumkan tengah melakukan produksi masal di Berlin. Saingan terberat Blu-Ray adalah HD-DVD yang dikenal dengan nama AOD (Advance Optical Disc), sebuah nama storage yang dibuat oleh Toshiba dan NEC.
Mengenal Teknologo Hard Disk
Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency.
hd6.jpg
Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.
Sejarah Perkembangan Harddisk
Harddisk pada awal perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun 1992. Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh. Tetapi pada saat ini hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar harddisk saat ini yang tinggi, sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan tersebut.
hd1.jpg
Gambar 1 : Evolusi Teknologi Hardisk Menurut IBM
Dari gambar tersebut dapat dilihat dari tahun 1984 sampai dengan 2006 mendatang, perkembangan teknologi penyimpanan data berkembang cepat. Mulai dari ukuran mikro untuk penggunaan laptop sampai ukuran normal untuk penggunaan PC Desktop.
Trend Perkembangan HardDisk
Trend perkembangan harddisk dapat kita amati dari beberapa karakteristik berikut :
a. Kerapatan Data/Teknologi Bahan
Merupakan ukuran teknologi bahan yang digunakan seberapa besar bit data yang mampu disimpan dalam satu satuan persegi. Dalam hal kerapatan data dari awal sampai sekarang terjadi evolusi yang sangat kontras. Pada awal perkembangannya kerapannya sekitar 0.004 Gbits/in2 tetapi pada tahun 1999 labortorium IBM sudah ada sekitar 35.3 Gbits/in2. Tetapi menurut www.bizspaceinfotech.com akan diperkenalkan apa yang dinamakan TerraBit density. Harddisk pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan sebagai media penyimpan adalah iron oxide. Tetapi sekarang banyak digunakan media thin film. Media ini merupakan media yang lebih banyak menyimpan data dari pada iron oxide pada luasan yang sama dan juga sifatnya yang lebih awet.
b. Struktur head baca/tulis
Head baca/tulis merupakan perantara antara media fisik dengan data elektronik. Lewat head ini data ditulis ke medium fisik atau dibaca dari medium fisik. Head akan mengubah data bit menjadi pulsa magnetik dan menuliskannya ke medium fisik. Pada proses pembacaan data prosesnya merupakan kebalikannya.
hd2.jpg
Gambar 2 Desain karakteristik kebanyakan head baca/tulis
Proses baca tulis data merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu mekanismenya juga perlu diperhatikan. Dalam pendahuluan sebelumnya terdapat perbedaan letak fisik head dalam operasinya. Dulu head bersentuhan fisik dengan metal penyimpan. Kini antara head dan metal penyimpan sudah diberi jarak. Bila head bersentuhan dengan metal penyimpan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen fisik, head yang aus, tentu saja panas akibat gesekan. Apalagi teknologi sekarang kecepatan putar harddisk sudah sangat cepat. Selain itu teknologi head harddiskpun juga mengalami evolusi. Evolusi head baca/tulis harddisk : Ferrite head, Metal-In-Gap (MIG) head, Thin Film (TF) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, Giant Magnetoresistive (GMR) Heads dan sekarang yang digunakan adalah Colossal Magnetoresistive (CMR) Heads. Ferrite head, merupakan teknologi head yang paling kuno, terbuat dari inti besi yang berbentuk huruf U dan dibungkus oleh lilitan elektromagnetis. Teknologi ini diimplementasikan pada pertengahan tahun 1980 pada harddisk Seagate ST-251. Kebanyakan terdapat pada harddisk yang ukurannya kurang dari 50MB. Metal-In-Gap (MIG), merupakan penyempurnaan dari head Ferrite. Biasanya digunakan pada harddisk yang ukurannya 50MB sampai dengan 100MB. Thin Film (TF) heads, berbeda jauh dengan jenis head sebelumnya. Head ini dibuat dengan proses photolothografi seperti yang digunakan pada pembuatan prosessor. (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, head ini digunakan untuk membaca saja. Untuk penulisannya digunakan head jenis Thin Film. Diimplementasikan pada harddisk ukuran 1GB sampai dengan 30GB. Giant Magnetoresistive (GMR) Heads, merupakan penemuan dari peneliti Eropa Peter Gruenberg and Albert Fert. Digunakan pada harddisk ukuran besar seperti 75GB dan kerapatan tinggi sekitar 10 Gbits/in2 sampai dengan 15 Gbits/in2.
Karena teknologi Giant Magnetoresistive (GMR) mulai ditarik dari pasaran, sebagai penggantinya adalah Colossal Magnetoresistive (CMR).
Kecepatan Putar Disk
Kecepatan putar pada jaman awal sekitar 3600RPM. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4500RPM dan 5400RPM. Karena kebutuhan media penyimpan yang mempunyai kemampuan tinggi dibuatlah dengan kecepatan 7200RPM yang digunakan pada harddisk SCSI.
Berikut tabel kecepatan harddisk yang diaplikasikan pada berbagai jenis interface yang berberda :
hd3.jpg
3. Kapasitas
Kapasitas harddisk pada saat ini sudah mencapai orde ratusan GB. Hal ini dikarenakan teknologi bahan yang semakin baik, kerapatan data yang semakin tinggi. Teknologi dari Western Digital saat ini telah mampu membuat harddisk 200GB dengan kecepatan 7200RPM. Sedangkan Maxtor dengan Maxtor MaxLine II-nya yaitu harddisk berukuran 300GB dengan kecepatan 5400RPM. Beriringan dengan transisi ke ukuran harddisk yang lebih kecil dan kapasitas yang semakin besar terjadi penurunan dramatik dalam harga per megabyte penyimpanan, membuat hardisk kapasitas besar tercapai harganya oleh para pemakai komputer biasa. hd4.jpg Gambar 3 Sistem kontrol head Pada tiap piringan penyimpan terdapat satu head. Untuk menjangkau tengah pinggir piringan digunakan sliders sebagai perantaranya.
hd5.jpg
Teknologi Harddisk masadepan
Harddisk dimasa mendatang salah satunya dititik beratkan pada kecepatan akses dan kapasitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mereduksi komponen mekanis dari fisik harddisknya. Komponen mekanis yang tidak mampu bekerja pada frekuensi tinggi digeser dengan komponen yang bersifat elektris yang mampu bekerja dalam orde MHz bahkan GHz.
Dapat dilihat saat ini sudah dirilis berbagai macam media penyimpan elektronis dalam bentuk kecil. Misalnya USB Drive dan MultiMedia Card. Bila nantinya teknologi ini diterapkan dan dapat harganya terjangkau, kemampuan komputer dari sisi kecepatan akses baca/tulis media penyimpan akan meningkat pesat. Otomatis kemampuan PC Server untuk melayani request dari client akan meningkat.
Berikut Ini Beberapa Rangkuman Referensi Singkat Mengenai Hard Disk ;
INTERFACE HARD DISK IDE (Integrated Drive Electronics) ;
standar lama yang masih ada. Murah, dan terintegrasi dengan MB merupakan alasan teknologi ini teta p ada.Jumlah IDE ada 4 buah tiap MBKoneksi dengan kabel pipih 80 pininterface yang bottleneck dan menghambat panas
SCSI (Small Computer Standard Interface)
Kecapatan 160 mb/detik Jenis SCSI (SCASI I, Wide SCSI, Ultra wide)Menggunakan card tersendiriMB teknologi baru sudah menyertakan card SCSInya .
SCSI biasanya digunakan untuk system server, yang menuntut kinerja tinggi Sistem SCSI dikenal dengan teknologi RAID,sistem penyusunan, penulisan, keamanan dengan beberapa HD.
RAID (Redudancy Array of Independent Disk), merupakan sekumpulan diskdrive yang dianggap oleh OS sebagai drive tunggal.Recovery dan security menjadi prioritas.
Pemasangan Harddisk
Kabel IDE terdapat strip warna merah Power supply ditancapkan bersebelahan atau sejajar dengan warna merah pada kabel IDEJika salah komputer tidak akan bootingLakukan deteksi HD lewat BIOS
Proses Baca Hardisk
Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data tersebut menggunakan sebuah formula matematikal yang kompleks yang menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut.Bit tersebut tidak memakan tempat: Di kemudian hari, saat data diambil, bit ekstra tersebut memungkinkan drive untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam drive tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”. Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Pulsa tersebut menghasilkan sebuah medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data Anda pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Saat drive tersebut selesai mengecek error pada bit dan membetulkannya jika perlu, ia kemudian mengirimkan data tersebut pada sistem operasi.
hd8.jpg
Sectors dan Tracks
Tracks adalah bagian dari sepanjanjang keliling lingkaran dari luar sampai ke dalam.Sedangkan sector adalah bagian dari tracks.Sectors memiliki jumlah bytes yang sudah diatur.
Ada ribuan sector dalam HD
1 sectors normalnya menyimpan 512 byte informasi
hd7.jpg
Bahan Pembuat Hardisk
Saat ini hd dibuat dengan teknologi material media magnetik disebut thin film.Lebih rapat, masa pakainya, kecil, ringan dari bahan oxide
hd10.jpg
Mekanisme Kerja Hard Disk
Proses baca tulis dilakukan oleh lengan hd dengan media Fisik magnetikHead hardisk melakukan konversi bits ke pulse magnetik dan menyimpannya ke dalam platters, dan mengembalikan data jika proses pembacaan dilakukan Hard disk memiliki “Hard platter” yang berfungsi untuk menyimpan medan magnet.Pada dasarnya cara kerja hard disk adalah dengan menggunakan teknik perekaman medan magnet. Cara kerja teknik magnet tersebut memanfaatkan Iron oxide (FeO) atau karat dari besi, Ferric oxide (Fe2O3) atau oxida lain dari besi. 2 oxida tersebut adalah zat yang bersifat ferromagnetic , yaitu jika didekatkan ke medan magnet maka akan ditarik secara permanen oleh zat tersebut.
hd6.jpg
Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.
Sejarah Perkembangan Harddisk
Harddisk pada awal perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun 1992. Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh. Tetapi pada saat ini hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar harddisk saat ini yang tinggi, sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan tersebut.
hd1.jpg
Gambar 1 : Evolusi Teknologi Hardisk Menurut IBM
Dari gambar tersebut dapat dilihat dari tahun 1984 sampai dengan 2006 mendatang, perkembangan teknologi penyimpanan data berkembang cepat. Mulai dari ukuran mikro untuk penggunaan laptop sampai ukuran normal untuk penggunaan PC Desktop.
Trend Perkembangan HardDisk
Trend perkembangan harddisk dapat kita amati dari beberapa karakteristik berikut :
a. Kerapatan Data/Teknologi Bahan
Merupakan ukuran teknologi bahan yang digunakan seberapa besar bit data yang mampu disimpan dalam satu satuan persegi. Dalam hal kerapatan data dari awal sampai sekarang terjadi evolusi yang sangat kontras. Pada awal perkembangannya kerapannya sekitar 0.004 Gbits/in2 tetapi pada tahun 1999 labortorium IBM sudah ada sekitar 35.3 Gbits/in2. Tetapi menurut www.bizspaceinfotech.com akan diperkenalkan apa yang dinamakan TerraBit density. Harddisk pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan sebagai media penyimpan adalah iron oxide. Tetapi sekarang banyak digunakan media thin film. Media ini merupakan media yang lebih banyak menyimpan data dari pada iron oxide pada luasan yang sama dan juga sifatnya yang lebih awet.
b. Struktur head baca/tulis
Head baca/tulis merupakan perantara antara media fisik dengan data elektronik. Lewat head ini data ditulis ke medium fisik atau dibaca dari medium fisik. Head akan mengubah data bit menjadi pulsa magnetik dan menuliskannya ke medium fisik. Pada proses pembacaan data prosesnya merupakan kebalikannya.
hd2.jpg
Gambar 2 Desain karakteristik kebanyakan head baca/tulis
Proses baca tulis data merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu mekanismenya juga perlu diperhatikan. Dalam pendahuluan sebelumnya terdapat perbedaan letak fisik head dalam operasinya. Dulu head bersentuhan fisik dengan metal penyimpan. Kini antara head dan metal penyimpan sudah diberi jarak. Bila head bersentuhan dengan metal penyimpan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen fisik, head yang aus, tentu saja panas akibat gesekan. Apalagi teknologi sekarang kecepatan putar harddisk sudah sangat cepat. Selain itu teknologi head harddiskpun juga mengalami evolusi. Evolusi head baca/tulis harddisk : Ferrite head, Metal-In-Gap (MIG) head, Thin Film (TF) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, Giant Magnetoresistive (GMR) Heads dan sekarang yang digunakan adalah Colossal Magnetoresistive (CMR) Heads. Ferrite head, merupakan teknologi head yang paling kuno, terbuat dari inti besi yang berbentuk huruf U dan dibungkus oleh lilitan elektromagnetis. Teknologi ini diimplementasikan pada pertengahan tahun 1980 pada harddisk Seagate ST-251. Kebanyakan terdapat pada harddisk yang ukurannya kurang dari 50MB. Metal-In-Gap (MIG), merupakan penyempurnaan dari head Ferrite. Biasanya digunakan pada harddisk yang ukurannya 50MB sampai dengan 100MB. Thin Film (TF) heads, berbeda jauh dengan jenis head sebelumnya. Head ini dibuat dengan proses photolothografi seperti yang digunakan pada pembuatan prosessor. (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, head ini digunakan untuk membaca saja. Untuk penulisannya digunakan head jenis Thin Film. Diimplementasikan pada harddisk ukuran 1GB sampai dengan 30GB. Giant Magnetoresistive (GMR) Heads, merupakan penemuan dari peneliti Eropa Peter Gruenberg and Albert Fert. Digunakan pada harddisk ukuran besar seperti 75GB dan kerapatan tinggi sekitar 10 Gbits/in2 sampai dengan 15 Gbits/in2.
Karena teknologi Giant Magnetoresistive (GMR) mulai ditarik dari pasaran, sebagai penggantinya adalah Colossal Magnetoresistive (CMR).
Kecepatan Putar Disk
Kecepatan putar pada jaman awal sekitar 3600RPM. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4500RPM dan 5400RPM. Karena kebutuhan media penyimpan yang mempunyai kemampuan tinggi dibuatlah dengan kecepatan 7200RPM yang digunakan pada harddisk SCSI.
Berikut tabel kecepatan harddisk yang diaplikasikan pada berbagai jenis interface yang berberda :
hd3.jpg
3. Kapasitas
Kapasitas harddisk pada saat ini sudah mencapai orde ratusan GB. Hal ini dikarenakan teknologi bahan yang semakin baik, kerapatan data yang semakin tinggi. Teknologi dari Western Digital saat ini telah mampu membuat harddisk 200GB dengan kecepatan 7200RPM. Sedangkan Maxtor dengan Maxtor MaxLine II-nya yaitu harddisk berukuran 300GB dengan kecepatan 5400RPM. Beriringan dengan transisi ke ukuran harddisk yang lebih kecil dan kapasitas yang semakin besar terjadi penurunan dramatik dalam harga per megabyte penyimpanan, membuat hardisk kapasitas besar tercapai harganya oleh para pemakai komputer biasa. hd4.jpg Gambar 3 Sistem kontrol head Pada tiap piringan penyimpan terdapat satu head. Untuk menjangkau tengah pinggir piringan digunakan sliders sebagai perantaranya.
hd5.jpg
Teknologi Harddisk masadepan
Harddisk dimasa mendatang salah satunya dititik beratkan pada kecepatan akses dan kapasitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mereduksi komponen mekanis dari fisik harddisknya. Komponen mekanis yang tidak mampu bekerja pada frekuensi tinggi digeser dengan komponen yang bersifat elektris yang mampu bekerja dalam orde MHz bahkan GHz.
Dapat dilihat saat ini sudah dirilis berbagai macam media penyimpan elektronis dalam bentuk kecil. Misalnya USB Drive dan MultiMedia Card. Bila nantinya teknologi ini diterapkan dan dapat harganya terjangkau, kemampuan komputer dari sisi kecepatan akses baca/tulis media penyimpan akan meningkat pesat. Otomatis kemampuan PC Server untuk melayani request dari client akan meningkat.
Berikut Ini Beberapa Rangkuman Referensi Singkat Mengenai Hard Disk ;
INTERFACE HARD DISK IDE (Integrated Drive Electronics) ;
standar lama yang masih ada. Murah, dan terintegrasi dengan MB merupakan alasan teknologi ini teta p ada.Jumlah IDE ada 4 buah tiap MBKoneksi dengan kabel pipih 80 pininterface yang bottleneck dan menghambat panas
SCSI (Small Computer Standard Interface)
Kecapatan 160 mb/detik Jenis SCSI (SCASI I, Wide SCSI, Ultra wide)Menggunakan card tersendiriMB teknologi baru sudah menyertakan card SCSInya .
SCSI biasanya digunakan untuk system server, yang menuntut kinerja tinggi Sistem SCSI dikenal dengan teknologi RAID,sistem penyusunan, penulisan, keamanan dengan beberapa HD.
RAID (Redudancy Array of Independent Disk), merupakan sekumpulan diskdrive yang dianggap oleh OS sebagai drive tunggal.Recovery dan security menjadi prioritas.
Pemasangan Harddisk
Kabel IDE terdapat strip warna merah Power supply ditancapkan bersebelahan atau sejajar dengan warna merah pada kabel IDEJika salah komputer tidak akan bootingLakukan deteksi HD lewat BIOS
Proses Baca Hardisk
Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data tersebut menggunakan sebuah formula matematikal yang kompleks yang menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut.Bit tersebut tidak memakan tempat: Di kemudian hari, saat data diambil, bit ekstra tersebut memungkinkan drive untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam drive tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”. Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Pulsa tersebut menghasilkan sebuah medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data Anda pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Saat drive tersebut selesai mengecek error pada bit dan membetulkannya jika perlu, ia kemudian mengirimkan data tersebut pada sistem operasi.
hd8.jpg
Sectors dan Tracks
Tracks adalah bagian dari sepanjanjang keliling lingkaran dari luar sampai ke dalam.Sedangkan sector adalah bagian dari tracks.Sectors memiliki jumlah bytes yang sudah diatur.
Ada ribuan sector dalam HD
1 sectors normalnya menyimpan 512 byte informasi
hd7.jpg
Bahan Pembuat Hardisk
Saat ini hd dibuat dengan teknologi material media magnetik disebut thin film.Lebih rapat, masa pakainya, kecil, ringan dari bahan oxide
hd10.jpg
Mekanisme Kerja Hard Disk
Proses baca tulis dilakukan oleh lengan hd dengan media Fisik magnetikHead hardisk melakukan konversi bits ke pulse magnetik dan menyimpannya ke dalam platters, dan mengembalikan data jika proses pembacaan dilakukan Hard disk memiliki “Hard platter” yang berfungsi untuk menyimpan medan magnet.Pada dasarnya cara kerja hard disk adalah dengan menggunakan teknik perekaman medan magnet. Cara kerja teknik magnet tersebut memanfaatkan Iron oxide (FeO) atau karat dari besi, Ferric oxide (Fe2O3) atau oxida lain dari besi. 2 oxida tersebut adalah zat yang bersifat ferromagnetic , yaitu jika didekatkan ke medan magnet maka akan ditarik secara permanen oleh zat tersebut.
Senin, 27 Oktober 2008
chmod seluruh file dalam satu folder
Karena susah mencari warnet linux di lingkungan tempat tinggal, jadi hanya ada warnet yang pake sistem operasi Win**, biasanya setelah pulang bawa beberapa file, misalnya file text, atau file HTML, setelah copy file tersebut ke linux permission file tersebut pasti mempunya x yang artinya
executable, jika file tersebut di double klik maka akan muncul konfirmasi untuk menjalankan atau menampilkan dan sebagainya, meskipun terlihat sepele tapi cukup menganggu.
Nah… kalo harus di rubah satu - satu … cape deh…., untuk merubah seluruh isi folder saya di kasih tau di milis seperti ini :
find . -type f -print0 | xargs -0 chmod 644
find . -type d -print0 | xargs -0 chmod 755
adapun angka 644 atau 755 di seusikan menurut kebutuhan.
executable, jika file tersebut di double klik maka akan muncul konfirmasi untuk menjalankan atau menampilkan dan sebagainya, meskipun terlihat sepele tapi cukup menganggu.
Nah… kalo harus di rubah satu - satu … cape deh…., untuk merubah seluruh isi folder saya di kasih tau di milis seperti ini :
find . -type f -print0 | xargs -0 chmod 644
find . -type d -print0 | xargs -0 chmod 755
adapun angka 644 atau 755 di seusikan menurut kebutuhan.
Kiat menyiasati CHMOD permissions di Joomla
Mau aman memang ribet (merepotkan). Namun enakan ribet di depan daripada susah di belakang. Begitu juga dalam mengatur chmod (setting permissions). Jadi, mandi keringat ngatur chmod lebih mantep, ketimbang berdarah-darah di belakang nanti. Saya akan membeberkan kita mengakalin permissions di Joomla berdasarkan pengalaman saya (my user experience).
Kiat menyiasati CHMOD permissions di Joomla
Jul 28th, 2008 | By ari syarifudin | Category: Isu Internet, Tutorial Joomla
Mau aman memang ribet (merepotkan). Namun enakan ribet di depan daripada susah di belakang. Begitu juga dalam mengatur chmod (setting permissions). Jadi, mandi keringat ngatur chmod lebih mantep, ketimbang berdarah-darah di belakang nanti. Saya akan membeberkan kita mengakalin permissions di Joomla berdasarkan pengalaman saya (my user experience).
Sebel sih memang mesti otak-atik CHMOD karena tuntutan installasi dan operasi system di Joomla. Namun daripada di-hacking oleh penyamun web, saya mesti belepotan untuk klik sana-klik sini mengkonfigurasi permissions. Namun ada hikmahnya, jadi lebih pinter soal permissions. Buat pemula, emang rada nyebelin. Buat senior lebih ngerepotin karena dia tau rasanya berdarah-darah membereskan situs yang terlanjut dipermalukan di muka dunia karena di-hack.
Saat installasi Joomla
Biasanya saya akan membiarkan permissions folder menjadi 777 dan file 666 saat installasi. Saya membiarkan permissions terbuka untuk umum (open permissions). Jadi proses installasi bisa berjalan normal dan tanpa ribet. Install semua modul, plugin, dan component pada saat itu juga. Bereskan semuanya hingga saat penguncian permissions tidak otak-atik lagi.
Pastikan juga template sudah terpasang dengan benar dan sesuai keinginan (client). Bila belum yakin bahwa semua belum terpasang, jangan mempublikasikan situs ke mesin pencari, direktori situs atau feed RSS. Jadi bereskan semua secara seksama (dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya). Kalau udah sip dan okeh baru kita masuk ke tahap kedua.
Debugging dan testing installasi Joomla
Install kelar, sekarang tinggal test dan debug. Untuk itu silakan didebug (test) situs dari berbagai penjuru mata angin. Undang teman-teman untuk me-review situs anda dari berbagai browser. Lakukan pengujian dengan berbagai cara. Uji form dengan character stirng yang aneh. Kalau bisa coba di tes sql injections-nya.
Jangan lupakan komponen - komponen (Joomla component) yang gratisan untuk ditest. Gunakan mode user registered dan manager registered untuk otak-atik. Biasanya akan ada system saat bergantian mode user. Uji dan review (tested and review) item-item system tersebut. Jangan sampai kecolongan.
Semi Closed Permissions debugging
Sebebelumnya proses debugging dalam kondisi terbuka (777 dan 666). Jadi permissions folder dan file terbuka. Sekarang lakukan proses debugging dalam kondisi permissions folder 775 dan file 664. Uji lagi system joomla-nya. Apakah ada masalah dengan permission? Biasanya akan terjadi pada folder cache, buffering, SEF, google sitemap xml, dan beberapa komponen yang memerlukan folder terbuka.
Catat semua proses debug sehingga menjadi bahan dokumentasi saat check dan debug selanjutnya. Sehingga ada catatan yang benar. Tidak mengira-ngira sembari membuat mitos baru.
Closed Permissions
Saatnya situs diluncurkan. Wah lega. Eit tunggu dulu. Sudahkan anda menutup folder dan file dengan saksama. Pastikan semua folder sudah diset 777 permissions-nya dan file di-set 666. Catat juga folder yang harus diset 775 dan 755. Dan pastikan file apa saja yang harus direlakan untuk di-set 664 dan 644. Permissions rawan adalah 755 dan 644. Catat dua permissions tersebut.
Silakan lakukan pencatatan di mesin pencari (earch engine) dan daftar RSS feed anda. Saatnya anda menarik napas sembari waspada.
Kiat menyiasati CHMOD permissions di Joomla
Jul 28th, 2008 | By ari syarifudin | Category: Isu Internet, Tutorial Joomla
Mau aman memang ribet (merepotkan). Namun enakan ribet di depan daripada susah di belakang. Begitu juga dalam mengatur chmod (setting permissions). Jadi, mandi keringat ngatur chmod lebih mantep, ketimbang berdarah-darah di belakang nanti. Saya akan membeberkan kita mengakalin permissions di Joomla berdasarkan pengalaman saya (my user experience).
Sebel sih memang mesti otak-atik CHMOD karena tuntutan installasi dan operasi system di Joomla. Namun daripada di-hacking oleh penyamun web, saya mesti belepotan untuk klik sana-klik sini mengkonfigurasi permissions. Namun ada hikmahnya, jadi lebih pinter soal permissions. Buat pemula, emang rada nyebelin. Buat senior lebih ngerepotin karena dia tau rasanya berdarah-darah membereskan situs yang terlanjut dipermalukan di muka dunia karena di-hack.
Saat installasi Joomla
Biasanya saya akan membiarkan permissions folder menjadi 777 dan file 666 saat installasi. Saya membiarkan permissions terbuka untuk umum (open permissions). Jadi proses installasi bisa berjalan normal dan tanpa ribet. Install semua modul, plugin, dan component pada saat itu juga. Bereskan semuanya hingga saat penguncian permissions tidak otak-atik lagi.
Pastikan juga template sudah terpasang dengan benar dan sesuai keinginan (client). Bila belum yakin bahwa semua belum terpasang, jangan mempublikasikan situs ke mesin pencari, direktori situs atau feed RSS. Jadi bereskan semua secara seksama (dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya). Kalau udah sip dan okeh baru kita masuk ke tahap kedua.
Debugging dan testing installasi Joomla
Install kelar, sekarang tinggal test dan debug. Untuk itu silakan didebug (test) situs dari berbagai penjuru mata angin. Undang teman-teman untuk me-review situs anda dari berbagai browser. Lakukan pengujian dengan berbagai cara. Uji form dengan character stirng yang aneh. Kalau bisa coba di tes sql injections-nya.
Jangan lupakan komponen - komponen (Joomla component) yang gratisan untuk ditest. Gunakan mode user registered dan manager registered untuk otak-atik. Biasanya akan ada system saat bergantian mode user. Uji dan review (tested and review) item-item system tersebut. Jangan sampai kecolongan.
Semi Closed Permissions debugging
Sebebelumnya proses debugging dalam kondisi terbuka (777 dan 666). Jadi permissions folder dan file terbuka. Sekarang lakukan proses debugging dalam kondisi permissions folder 775 dan file 664. Uji lagi system joomla-nya. Apakah ada masalah dengan permission? Biasanya akan terjadi pada folder cache, buffering, SEF, google sitemap xml, dan beberapa komponen yang memerlukan folder terbuka.
Catat semua proses debug sehingga menjadi bahan dokumentasi saat check dan debug selanjutnya. Sehingga ada catatan yang benar. Tidak mengira-ngira sembari membuat mitos baru.
Closed Permissions
Saatnya situs diluncurkan. Wah lega. Eit tunggu dulu. Sudahkan anda menutup folder dan file dengan saksama. Pastikan semua folder sudah diset 777 permissions-nya dan file di-set 666. Catat juga folder yang harus diset 775 dan 755. Dan pastikan file apa saja yang harus direlakan untuk di-set 664 dan 644. Permissions rawan adalah 755 dan 644. Catat dua permissions tersebut.
Silakan lakukan pencatatan di mesin pencari (earch engine) dan daftar RSS feed anda. Saatnya anda menarik napas sembari waspada.
Wordpress on Installation on Ubuntu With LAMP
Install LAMP
You can view my previous post about LAMP Installation On Ubuntu, if you have not already done so.
Download WordPress
You can download WordPress from their official website into your Ubuntu desktop.
Extract your WordPress archieve into your server directory
sudo tar zxvf wordpress-x.x.x.tar.gz --directory=/var/www/
Prepare MySQL Database for WordPress
Create a database for WordPress on your Ubuntu, as well as a MySQL user who has all privileges for accessing and modifying it. You can use phpMyAdmin to make it easier ;)
* First create dababase: wordpress
* Then create a new user: wordpress with password: wordpresspassword
Write down the values you used for databasename, wordpressusername, hostname, and password for future purpose ;)
Configure WordPress Setting
Copy the wp-config-sample.php file to wp-config.php. Open and edit wp-config.php file
// ** MySQL settings ** //
define('DB_NAME', 'wordpress');
define('DB_USER', 'wordpress');
define('DB_PASSWORD', 'wordpresspassword');
define('DB_HOST', 'localhost');
Run the Install Script
Using your favorite web browser (Firefox by default), visit wp-admin/install.php within the directory into which you just installed WordPress on your web site. For example: point your browser to http://localhost/wordpress/wp-admin/install.php
.
Preview your New WordPress
Point your browser to http://localhost/wordpress.
Well done! You have your own WordPress on Your Ubuntu Linux Desktop.
You can view my previous post about LAMP Installation On Ubuntu, if you have not already done so.
Download WordPress
You can download WordPress from their official website into your Ubuntu desktop.
Extract your WordPress archieve into your server directory
sudo tar zxvf wordpress-x.x.x.tar.gz --directory=/var/www/
Prepare MySQL Database for WordPress
Create a database for WordPress on your Ubuntu, as well as a MySQL user who has all privileges for accessing and modifying it. You can use phpMyAdmin to make it easier ;)
* First create dababase: wordpress
* Then create a new user: wordpress with password: wordpresspassword
Write down the values you used for databasename, wordpressusername, hostname, and password for future purpose ;)
Configure WordPress Setting
Copy the wp-config-sample.php file to wp-config.php. Open and edit wp-config.php file
// ** MySQL settings ** //
define('DB_NAME', 'wordpress');
define('DB_USER', 'wordpress');
define('DB_PASSWORD', 'wordpresspassword');
define('DB_HOST', 'localhost');
Run the Install Script
Using your favorite web browser (Firefox by default), visit wp-admin/install.php within the directory into which you just installed WordPress on your web site. For example: point your browser to http://localhost/wordpress/wp-admin/install.php
.
Preview your New WordPress
Point your browser to http://localhost/wordpress.
Well done! You have your own WordPress on Your Ubuntu Linux Desktop.
mengkonfigurasi Samba Server Sebagai PDC :
1. pertama dowload program samba dan accesorisnya :
apt-get install samba samba-common samba-doc libcupsys2-gnutls10 libkrb53 winbind smbclient
2. Konfigurasi /etc/samba/smb.conf sebagai berikut :
[global]
workgroup = ubuntudk.com --> ubah sesuain yang kita mau
netbios name = ubuntuserver --> ubah sesuain yang kita mau
server string = %h server (Samba, Ubuntu) --> ubah sesuain yang kita mau
passdb backend = tdbsam
security = user
username map = /etc/samba/smbusers
name resolve order = wins bcast hosts
domain logons = yes
preferred master = yes
wins support = yes
# Useradd scripts
add user script = /usr/sbin/useradd -m %u
delete user script = /usr/sbin/userdel -r %u
add group script = /usr/sbin/groupadd %g
delete group script = /usr/sbin/groupdel %g
add user to group script = /usr/sbin/usermod -G %g %u
add machine script = /usr/sbin/useradd -s /bin/false/ -d /var/lib/nobody %u
idmap uid = 15000-20000
idmap gid = 15000-20000
# sync smb passwords woth linux passwords
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .
passwd chat debug = yes
unix password sync = yes
# set the loglevel
log level = 3
[homes]
comment = Home
valid users = %S
read only = no
browsable = no
[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
admin users = Administrator
valid users = %U
read only = no
[profile]
comment = User profiles
path = /home/samba/profiles
valid users = %U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
browsable = no
3. Buat beberapa direktori berikut sebagai domain logon dan profile :
mkdir /home/samba
mkdir /home/samba/netlogon
mkdir /home/samba/profiles
mkdir /var/spool/samba
chmod 777 /var/spool/samba/
chown -R root:users /home/samba/
chmod -R 771 /home/samba/
4. Lalu restart samba
/etc/init.d/samba restart
5. Ubah pada bagian /etc/nsswitch.conf, pada baris :
hosts: files dns
menjadi :
hosts: files wins dns
6. tambahkan beberapa pc clinet pada /etc/hosts :
127.0.0.1 localhost
192.168.0.136 ubuntuserver.dk.co.id ubuntuserver.dk.co.id
192.168.0.131 ciko
192.168.0.133 dian
192.168.0.135 gustin
7. Tambahkan user root kedalam user samba :
smbpasswd -a root
New SMB password:
Retype new SMB password:
8. buat file /etc/samba/smbusers lalu jalankan :
echo "root = Administrator" > /etc/samba/smbusers
mengartikan bahwa user root = user administrator pada windows
9. Test drive, apakah settingan kita dah benar :
smbclient -L localhost -U%
akan menghasilkan output :
Domain=[UBUNTUDK.COM] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.22]
Sharename Type Comment
--------- ---- -------
netlogon Disk Network Logon Service
allusers Disk All Users
IPC$ IPC IPC Service (ubuntuserver server (Samba, Ubuntu))
ADMIN$ IPC IPC Service (ubuntuserver server (Samba, Ubuntu))
Domain=[UBUNTUDK.COM] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.22]
Server Comment
--------- -------
UBUNTUSERVER ubuntuserver server (Samba, Ubuntu)
Workgroup Master
--------- -------
UBUNTUDK.COM UBUNTUSERVER
10. lalu kita setup domain group untuk windows, jalankan perintah :
net groupmap modify ntgroup="Domain Admins" unixgroup=root
net groupmap modify ntgroup="Domain Users" unixgroup=users
net groupmap modify ntgroup="Domain Guests" unixgroup=nogroup
11. tambah user linux dan user samba dengan cara :
user linux :
useradd ciko -m -G users
user samba :
smbpasswd -a ciko
12. Sekarang tambahan direktori share yang akan dipakai oleh seluruh user :
mkdir -p /home/shares/allusers
chown -R root:users /home/shares/allusers/
chmod -R ug+rwx,o+rx-w /home/shares/allusers/
13. Ubah juga pada /etc/samba/smb.conf, tambahkan baris berikut :
[allusers]
comment = All Users
path = /home/shares/allusers
valid users = @users
force group = users
create mask = 0660
directory mask = 0771
writable = yes
14. lalu restart samba kembali :
/etc/init.d/samba restart
15. Langkah Yang terakhir dalah dengan menjoinkan mesin windows ke pdc linux kita, dengan cara : ( Testing Dengan Windows XP )
- click kanan pada mycomputer
- pilih computer name lalu change
- masukan domain PDC pada bagisn domain
- akan muncul windows yang meminta memasukan user dan password, pada langkah ini masukan user root dan password samba untuk user root
- OK
- Akan muncul bahwa kita sukses menjoinkan mesin windows ke PDC linux
Nb :
Ubuntu Server 6.06
Windows Xp SP2 ( Client )
Referensi :
http://howtoforge.com/
http://ariya.pandu.org/linux/feature/pdc/pdc.htm
Selamat Mencoba
apt-get install samba samba-common samba-doc libcupsys2-gnutls10 libkrb53 winbind smbclient
2. Konfigurasi /etc/samba/smb.conf sebagai berikut :
[global]
workgroup = ubuntudk.com --> ubah sesuain yang kita mau
netbios name = ubuntuserver --> ubah sesuain yang kita mau
server string = %h server (Samba, Ubuntu) --> ubah sesuain yang kita mau
passdb backend = tdbsam
security = user
username map = /etc/samba/smbusers
name resolve order = wins bcast hosts
domain logons = yes
preferred master = yes
wins support = yes
# Useradd scripts
add user script = /usr/sbin/useradd -m %u
delete user script = /usr/sbin/userdel -r %u
add group script = /usr/sbin/groupadd %g
delete group script = /usr/sbin/groupdel %g
add user to group script = /usr/sbin/usermod -G %g %u
add machine script = /usr/sbin/useradd -s /bin/false/ -d /var/lib/nobody %u
idmap uid = 15000-20000
idmap gid = 15000-20000
# sync smb passwords woth linux passwords
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .
passwd chat debug = yes
unix password sync = yes
# set the loglevel
log level = 3
[homes]
comment = Home
valid users = %S
read only = no
browsable = no
[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
admin users = Administrator
valid users = %U
read only = no
[profile]
comment = User profiles
path = /home/samba/profiles
valid users = %U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
browsable = no
3. Buat beberapa direktori berikut sebagai domain logon dan profile :
mkdir /home/samba
mkdir /home/samba/netlogon
mkdir /home/samba/profiles
mkdir /var/spool/samba
chmod 777 /var/spool/samba/
chown -R root:users /home/samba/
chmod -R 771 /home/samba/
4. Lalu restart samba
/etc/init.d/samba restart
5. Ubah pada bagian /etc/nsswitch.conf, pada baris :
hosts: files dns
menjadi :
hosts: files wins dns
6. tambahkan beberapa pc clinet pada /etc/hosts :
127.0.0.1 localhost
192.168.0.136 ubuntuserver.dk.co.id ubuntuserver.dk.co.id
192.168.0.131 ciko
192.168.0.133 dian
192.168.0.135 gustin
7. Tambahkan user root kedalam user samba :
smbpasswd -a root
New SMB password:
Retype new SMB password:
8. buat file /etc/samba/smbusers lalu jalankan :
echo "root = Administrator" > /etc/samba/smbusers
mengartikan bahwa user root = user administrator pada windows
9. Test drive, apakah settingan kita dah benar :
smbclient -L localhost -U%
akan menghasilkan output :
Domain=[UBUNTUDK.COM] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.22]
Sharename Type Comment
--------- ---- -------
netlogon Disk Network Logon Service
allusers Disk All Users
IPC$ IPC IPC Service (ubuntuserver server (Samba, Ubuntu))
ADMIN$ IPC IPC Service (ubuntuserver server (Samba, Ubuntu))
Domain=[UBUNTUDK.COM] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.22]
Server Comment
--------- -------
UBUNTUSERVER ubuntuserver server (Samba, Ubuntu)
Workgroup Master
--------- -------
UBUNTUDK.COM UBUNTUSERVER
10. lalu kita setup domain group untuk windows, jalankan perintah :
net groupmap modify ntgroup="Domain Admins" unixgroup=root
net groupmap modify ntgroup="Domain Users" unixgroup=users
net groupmap modify ntgroup="Domain Guests" unixgroup=nogroup
11. tambah user linux dan user samba dengan cara :
user linux :
useradd ciko -m -G users
user samba :
smbpasswd -a ciko
12. Sekarang tambahan direktori share yang akan dipakai oleh seluruh user :
mkdir -p /home/shares/allusers
chown -R root:users /home/shares/allusers/
chmod -R ug+rwx,o+rx-w /home/shares/allusers/
13. Ubah juga pada /etc/samba/smb.conf, tambahkan baris berikut :
[allusers]
comment = All Users
path = /home/shares/allusers
valid users = @users
force group = users
create mask = 0660
directory mask = 0771
writable = yes
14. lalu restart samba kembali :
/etc/init.d/samba restart
15. Langkah Yang terakhir dalah dengan menjoinkan mesin windows ke pdc linux kita, dengan cara : ( Testing Dengan Windows XP )
- click kanan pada mycomputer
- pilih computer name lalu change
- masukan domain PDC pada bagisn domain
- akan muncul windows yang meminta memasukan user dan password, pada langkah ini masukan user root dan password samba untuk user root
- OK
- Akan muncul bahwa kita sukses menjoinkan mesin windows ke PDC linux
Nb :
Ubuntu Server 6.06
Windows Xp SP2 ( Client )
Referensi :
http://howtoforge.com/
http://ariya.pandu.org/linux/feature/pdc/pdc.htm
Selamat Mencoba
Langganan:
Postingan (Atom)